Terasistana.Id, Jakarta
KABUPATEN BEKASI – Kondisi Pasar Babelan, Kabupaten Bekasi, menjadi sorotan serius Bupati Bekasi dr. Asep Surya Atmaja. Saat melakukan inspeksi mendadak (sidak), Selasa (3/11/2026), Bupati mendapati sejumlah persoalan lingkungan pasar, mulai dari tumpukan sampah, penataan lapak pedagang yang belum tertib, hingga sistem perparkiran yang dinilai belum dikelola secara optimal.
Temuan tersebut menjadi catatan penting bagi pemerintah daerah, mengingat pasar merupakan pusat aktivitas ekonomi masyarakat yang semestinya memiliki lingkungan bersih, tertib, dan nyaman bagi pedagang maupun pengunjung.
Dalam sidak tersebut, Asep secara langsung meminta pihak terkait segera melakukan pembenahan, terutama menyangkut kebersihan lingkungan dan penataan lapak pedagang.
“Diminta kepada pihak terkait untuk membersihkan sampah dan menata lapak yang ada di lingkungan Pasar Babelan,” ujar Asep.
Namun, persoalan yang menjadi perhatian Bupati tidak berhenti pada tumpukan sampah dan kesemrawutan lapak. Sistem perparkiran di kawasan pasar juga ikut disorot.
Asep bahkan mempertanyakan pihak yang bertanggung jawab atas pengelolaan parkir di lokasi tersebut. Hal ini menjadi perhatian tersendiri karena kejelasan pengelolaan parkir merupakan bagian penting dari penataan kawasan pasar.
Sorotan tersebut sekaligus memunculkan pekerjaan rumah bagi instansi terkait. Pasalnya, pembenahan pasar tidak cukup hanya dengan membersihkan sampah, tetapi juga membutuhkan penataan menyeluruh, termasuk pengaturan aktivitas pedagang dan sistem perparkiran.
Sidak Pasar Babelan tersebut merupakan bagian dari agenda Bupati Bekasi meninjau sejumlah pembangunan infrastruktur yang bersumber dari APBD Tahun Anggaran 2026. Beberapa pembangunan yang turut menjadi agenda peninjauan meliputi jalan, jembatan, drainase, hingga normalisasi kali.
Dalam kegiatan itu, Bupati Bekasi didampingi Camat Babelan H. Khoirudin, MM, Wakapolsek Babelan Polres Metro Bekasi, serta perwakilan Koramil 04/Babelan Kodim 0509/Kabupaten Bekasi.
Kunjungan tersebut diharapkan tidak berhenti sebatas sidak dan instruksi. Masyarakat tentu menantikan tindak lanjut nyata dari pihak terkait agar persoalan kebersihan, penataan lapak, dan pengelolaan parkir di Pasar Babelan benar-benar diselesaikan.
Pasar yang menjadi pusat ekonomi rakyat semestinya tidak dibiarkan berkutat dengan persoalan sampah dan kesemrawutan. Kini, yang ditunggu bukan sekadar teguran, melainkan bukti pembenahan di lapangan.
(drt)












