Terasistana.id, Jakarta
Sidoarjo,
14 Juni 2026
KOMINFO Sidoarjo-
Ustadz Das`ad Latif diundang sebagai penceramah dalam Pengajian Ahad Pahing yang digelar di pendopo Delta Wibawa, Minggu pagi, (14/6).
Pengajian rutin dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1448 Hijriah itu dihadiri kurang lebih seribu orang jamaah.

Mereka berasal dari organisasi Fatayat dan
Muslimat NU se Kabupaten Sidoarjo. Bupati Sidoarjo H. Subandi serta Ketua DPRD
Sidoarjo Abdillah Nasih serta Kyai Abdul Aziz Munif ikut hadir dalam pengajian tersebut.
Bupati Sidoarjo H. Subandi menyampaikan tahun ini Pemerintah Kabupaten Sidoarjo
memperingati Tahun Baru Islam 1448 H dengan tema “merawat tradisi, meneguhkan
hijrah, menggapai keberkahan untuk Sidoarjo yang lebih baik”.

Menurutnya tema tersebut sangat relevan dengan kehidupan masyarakat Sidoarjo yang dikenal religius, guyub, dan kaya akan tradisi keislaman.
Disampaikannya merawat tradisi berarti
menjaga warisan nilai-nilai luhur yang telah diwariskan oleh para ulama dan
pendahulu.
“Tradisi pengajian, tahlil, shalawat, sedekah, gotong royong, serta berbagai amaliah keagamaan yang berkembang di tengah masyarakat merupakan kekuatan sosial yang harus terus kita pelihara sebagai identitas dan perekat persatuan,” ucapnya.
Namun ia menggaris bawahi bahwa merawat tradisi tidak hanya cukup dengan melestarikan bentuk-bentuk kegiatan. Namun yang lebih penting adalah menjaga substansi nilai yang terkandung di dalamnya. Seperti keimanan, ukhuwah, kepedulian
sosial, serta semangat untuk terus memperbaiki diri dan lingkungan sekitar.
Ia juga sampaikan bahwa peringatan Tahun Baru Islam bukan sekadar pergantian angka dalam kalender hijriah. Namun menjadi momentum untuk mengingatkan umat Islam pada peristiwa hijrah Rasulullah SAW.
Menurutnya peristiwa hijrah Nabi
Muhammad SAW merupakan sebuah perjalanan yang sarat dengan makna perjuangan, pengorbanan, keteguhan iman, serta tekad untuk menuju kehidupan yang lebih baik.
“Meneguhkan hijrah berarti menjadikan semangat perubahan sebagai bagian dari kehidupan kita. hijrah bukan hanya perpindahan tempat, tetapi juga perpindahan dari kebiasaan yang kurang baik menuju perilaku yang lebih baik, dari sikap individual menuju kepedulian sosial, dari kemalasan menuju produktivitas, dan dari perpecahan menuju persatuan,” ujarnya.

Bupati H. Subandi mengatakan semangat hijrah perlu diimplementasikan dalam pembangunan daerah.
Pemerintah Kabupaten Sidoarjo juga terus berupaya menghadirkan pelayanan publik yang semakin baik serta pembangunan yang merata
dan penguatan ekonomi masyarakat.
“Peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan serta tata kelola pemerintahan yang
bersih dan melayani juga menjadi fokus kita untuk terus berbenah dalam menghadirkan pelayanan publik yang baik,” ucapnya.
TW






