Terasistana.Id, Jakarta .
JAKARTA – Penguatan kualitas pendidikan anak usia dini menjadi sorotan dalam Workshop Nasional PAUD yang digelar Dewan Pimpinan Pusat Poros Pendidikan Indonesia (DPP PPI), Sabtu (24/10/2026). Kegiatan ini menjadi momentum mendorong pendidik PAUD agar semakin kompeten dalam membentuk generasi yang cerdas, berkarakter, dan mampu menghadapi tantangan zaman.
Workshop dibuka langsung Ketua Umum DPP PPI, DR M. Basri BK, S.Sos., M.M., M.H., serta menghadirkan dua narasumber, yakni Ketua I Ikatan Doktor PAUD Indonesia, Dr. Yasmine Yessy Gusman, S.H., MBA, dan dosen sekaligus pakar PAUD, Riska P, S.Pd., M.Pd.
Ratusan guru PAUD, dosen, dan mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia turut mengikuti kegiatan tersebut. Peserta datang dari sejumlah wilayah, mulai Papua, Kalimantan, Sulawesi, Sumatera, hingga Jawa.
Dalam sambutannya, Basri menegaskan bahwa pendidik PAUD memiliki peran strategis dalam membangun fondasi karakter, kecerdasan, serta tumbuh kembang anak sejak usia dini.
“Masa usia dini adalah fase emas perkembangan otak anak sehingga kualitas pembelajaran pada tahap ini akan menentukan kualitas generasi bangsa di masa mendatang,” ujarnya.
Menurut Basri, peningkatan kompetensi pendidik bukan sekadar kebutuhan tambahan, melainkan keharusan untuk menjaga mutu layanan pendidikan anak usia dini.
“Kualitas pembelajaran yang Bapak Ibu berikan sangat menentukan masa depan anak-anak kita. Karena itu, peningkatan kompetensi pendidik bukan pilihan, tetapi keharusan,” tegasnya.
Ia berharap materi yang diperoleh selama workshop dapat diterapkan di satuan pendidikan masing-masing sehingga membawa perubahan nyata dalam proses pembelajaran.
Sementara itu, Dr. Yasmine Yessy Gusman menyoroti dinamika dunia pendidikan yang terus berkembang, mulai dari perubahan kurikulum hingga kebutuhan pembelajaran yang lebih interaktif, ramah anak, dan inklusif.
Ia menekankan pentingnya pendidik PAUD untuk terus memperbarui pengetahuan dan keterampilan agar mampu memberikan layanan pendidikan sesuai standar nasional serta karakteristik perkembangan anak.
Senada dengan itu, Riska P menekankan bahwa pembelajaran mendalam tidak cukup hanya berorientasi pada penyampaian pengetahuan. Proses belajar juga perlu mendorong anak berpikir kritis, kreatif, berani berekspresi, mampu bekerja sama, serta memiliki kecakapan sosial dan emosional.
“Kita ingin anak-anak tumbuh sebagai generasi yang cerdas, berkarakter, dan bahagia. Maka pendidik PAUD harus mampu merancang pembelajaran yang bermakna, menyenangkan, dan menghargai keberagaman setiap anak,” ungkapnya.
Berlangsung selama kurang lebih lima jam, workshop dipandu moderator Dr. Dian Nataly P, S.T., M.Pd., dengan Dr. Khalilah, M.Pd., CWC., CPLA., CAPD., sebagai pembawa acara.
Menutup kegiatan, Basri berharap seluruh peserta tidak berhenti pada pemahaman materi, tetapi mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh dalam kegiatan belajar mengajar di lembaga masing-masing.
Penguatan kompetensi pendidik PAUD diharapkan menjadi salah satu langkah penting dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan sejak usia dini sekaligus menyiapkan generasi masa depan Indonesia.
(C-pes)












