Terasistana.Id, Jakarta
BANDUNG — Resmi dilantik menjadi Bupati Bekasi definitif oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Jumat (23/10/2026), dr. Asep Surya Atmaja langsung dihadapkan pada sederet pekerjaan rumah yang menuntut penyelesaian nyata.
Menggantikan Ade Kuswara Kunang, Asep tidak hanya melanjutkan roda pemerintahan, tetapi juga memikul tanggung jawab menjawab persoalan publik yang belum tuntas.
Dengan sisa masa jabatan periode 2025–2030, tantangan utama ada pada kecepatan mengambil keputusan dan memastikan program pemerintah benar-benar dirasakan masyarakat. Persoalan infrastruktur, kualitas pelayanan publik, transparansi anggaran, hingga efektivitas birokrasi menjadi sejumlah aspek yang perlu mendapat perhatian.
Di sisi lain, hubungan kerja dengan DPRD dan soliditas aparatur sipil negara akan menentukan kelancaran kebijakan. Tanpa koordinasi yang efektif dan pengawasan yang kuat, target pembangunan berisiko tidak berjalan sesuai harapan.
Kini, perhatian publik bergeser dari seremoni pelantikan menuju kinerja pemerintahan. Masyarakat membutuhkan langkah terukur, program yang tepat sasaran, serta keterbukaan dalam penggunaan anggaran dan pelaksanaan pembangunan.
Pertanyaan besarnya: sejauh mana Asep mampu menerjemahkan kepemimpinan barunya menjadi perubahan yang bisa dirasakan warga Bekasi?
Waktu terus berjalan. Pada akhirnya, keberhasilan pemerintahan tidak hanya diukur dari kebijakan yang diumumkan, tetapi juga dari hasil kerja, penyelesaian persoalan, dan manfaat nyata yang diterima masyarakat.
Publik menunggu pembuktian melalui kerja nyata dan pertanggungjawaban yang terbuka.
(C-pes)






