Terasistana.Id, Jakarta
BEKASI — Baru tiba Rabu malam (28/10/2026), excavator yang dinantikan petani Desa Lenggahsari, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi, justru sudah tidak terlihat di lokasi pada Kamis pagi. Belum sempat dipastikan bekerja menormalisasi Kali Alam, keberadaan alat berat itu malah memunculkan tanda tanya besar.
Beko itu ke mana? Siapa yang memindahkannya? Mengapa baru semalam datang, pagi harinya sudah tidak ada?
Main (40), warga yang mengetahui informasi kedatangan alat berat tersebut, mengaku menerima kabar dari pihak BBWSC pada Rabu sore. Informasi itu langsung disampaikan kepada petani dan tim Penggerak Gotong Royong (PGR), yang menyambutnya dengan penuh harapan.
“Kami sangat gembira. Petani bersiap mengawal kedatangan alat berat untuk normalisasi Kali Alam di Kampung Cabang Dua. Namun, Kamis pagi sekitar pukul 07.00–08.00 WIB, alat berat itu sudah tidak ada di lokasi,” ungkap Main.
Kabar kedatangan excavator tersebut sebelumnya menjadi angin segar setelah tim Balai Besar Wilayah Sungai Citarum dan Ciliwung Cisadane (BBWSC/BBWSCC) bersama PGR melakukan survei Kali Alam pada 21 Oktober 2026. Survei mencakup wilayah Desa Pantai Harapan Jaya, Jayasakti, dan Lenggahsari, menyusul permohonan petani terkait pendangkalan kali.
Saat dikonfirmasi melalui WhatsApp pada Kamis (29/10/2026), Muhammad Hamdan dari pihak BBWSC mengaku belum mengetahui secara pasti keberadaan excavator tersebut.
“Saya juga tidak tahu, Bang. Mungkin dibawa atau ditarik kembali, atau dipindahkan ke lokasi lain,” jawabnya singkat.
Jawaban itu belum menjelaskan alasan alat berat tidak lagi berada di lokasi maupun kepastian kelanjutan normalisasi.
Kini, harapan petani berubah menjadi pertanyaan yang belum terjawab. Apakah excavator hanya dipindahkan sementara, atau ada perubahan rencana pekerjaan yang belum diketahui masyarakat?
Redaksi Terasistana.id membuka ruang klarifikasi bagi BBWSC/BBWSCC dan pihak pelaksana untuk menjelaskan status alat berat serta kepastian jadwal normalisasi Kali Alam.
Sebab, bagi petani Lenggahsari, yang ditunggu bukan sekadar kedatangan beko, melainkan normalisasi yang benar-benar terlaksana.
(C-pes)






