Terasistana.Id, Jakarta
KALIMANTAN — Di tengah ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang membayangi Kalimantan, Panglima Jilah, Pemimpin Besar Pasukan Merah Tariu Borneo Bangkule Rajakng (TBBR), mengambil langkah dengan menggandeng sejumlah tokoh masyarakat dan ulama.
Salah satunya Habib Abu Djibril Basyaiban, yang turut mengajak masyarakat mengedepankan doa, kebersamaan, dan kepedulian terhadap lingkungan.
Langkah tersebut menjadi perhatian setelah Panglima Jilah bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, dengan salah satu isu yang dibahas adalah penanganan karhutla.
Habib Abu Djibril Basyaiban, yang disebut sebagai Pembina Pesantren RI dan penasihat pada era Presiden Joko Widodo, mengapresiasi kepedulian Panglima Jilah terhadap kondisi Kalimantan, khususnya Kalimantan Barat.
Menurut Habib Abu Djibril, perjuangan menghadapi persoalan lingkungan perlu dibarengi ikhtiar lahir dan batin. Ia bersama Panglima Jilah mengajak masyarakat bermunajat kepada Tuhan Yang Maha Esa, seraya berharap hujan membantu meredakan kebakaran.
“Alhamdulillah, hujan rahmat mengguyur Kalimantan. Pada Rabu, masyarakat menyambut gembira turunnya hujan yang diharapkan dapat membantu meredakan karhutla,” tuturnya kepada awak media, Kamis (29/10/2026).
Ia menegaskan bahwa pendidikan pesantren mengajarkan pentingnya doa, kedisiplinan beribadah, dan kebersamaan dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan.
Namun, menurutnya, kepedulian terhadap karhutla juga harus diwujudkan melalui langkah nyata untuk menjaga lingkungan, melindungi kawasan hutan dan gambut, serta mendukung upaya pemadaman di wilayah terdampak.
Bukan Sekadar Doa, Persatuan Jadi Pesan Utama
Habib Abu Djibril menyatakan akan terus bersinergi dengan Panglima Jilah, termasuk mempererat silaturahmi dengan pesantren-pesantren dan memperkuat persatuan masyarakat.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga nilai-nilai kebangsaan yang berlandaskan Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Undang-Undang Dasar 1945.
Di tengah ancaman karhutla, pesan yang ingin ditegaskan adalah bahwa kepedulian terhadap Kalimantan membutuhkan kebersamaan seluruh elemen masyarakat, dukungan pemerintah, serta tindakan nyata untuk mencegah dan menangani kebakaran.
Hujan yang turun membawa harapan bagi masyarakat. Namun, upaya menjaga Kalimantan tidak berhenti ketika hujan datang—perlindungan hutan, pencegahan kebakaran, dan penanganan lahan gambut tetap menjadi pekerjaan penting yang harus dilakukan bersama.
(C-pes)






