Terasistana.id, Jakarta
SURABAYA –
Polisi tangkap jambret wisatawan asal Jerman yang menjadi korban pencurian dengan kekerasan (curas) di kawasan Jalan Karet, Surabaya.
Unit Reaksi Cepat (URC) Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjungperak berhasil mengamankan terduga pelaku berinisial KRHS (26), warga Surabaya, setelah melakukan penyelidikan intensif berdasarkan bukti digital yang terekam saat kejadian.
Penangkapan dilakukan setelah petugas mengidentifikasi wajah pelaku dari rekaman yang tidak sengaja tertangkap kamera ponsel milik korban.
Saat proses penangkapan berlangsung, pelaku disebut melakukan perlawanan sehingga petugas mengambil tindakan tegas terukur pada kedua kaki pelaku untuk mengamankan situasi.
Kasatreskrim Polres Pelabuhan Tanjungperak, M Prasetyo, mengatakan pihaknya bergerak cepat setelah menerima laporan dari korban. Menurutnya, langkah tersebut merupakan bentuk komitmen kepolisian dalam menjaga keamanan masyarakat dan wisatawan yang berkunjung ke Surabaya.
“Pelaku sempat melawan saat dibawa petugas, maka tindakan tegas terukur kami lakukan,” ujar AKP M Prasetyo, Minggu (31/5).
Berawal Saat Korban Berwisata di Kota Lama
Peristiwa penjambretan terjadi pada 3 Mei 2026 ketika korban, seorang wisatawan asal Jerman, sedang menikmati perjalanan wisata di kawasan Kota Lama Surabaya. Saat itu, korban berjalan kaki bersama seorang teman dan pemandu wisata di Jalan Karet.
Korban diketahui sedang menggunakan ponsel iPhone 13 Pro untuk melakukan panggilan video dengan kekasihnya. Ketika berjalan santai di lokasi, tiba-tiba seorang pengendara sepeda motor mendekat dari arah belakang.
Tanpa banyak bicara, pelaku langsung merampas ponsel yang masih aktif dan digunakan untuk video call. Aksi tersebut berlangsung cepat sehingga korban tidak sempat mempertahankan barang miliknya.
Beruntung, saat kejadian berlangsung, kamera ponsel masih mengarah ke wajah pelaku. Kondisi itu membuat wajah terduga pelaku sempat terekam dan terlihat oleh pihak yang sedang melakukan panggilan video dengan korban.
Rekaman Video Jadi Petunjuk Penting Polisi
Bukti visual tersebut kemudian menjadi petunjuk penting bagi penyidik. Pacar korban yang berada di seberang panggilan video sempat melihat dan merekam tampilan layar yang menunjukkan wajah pelaku.
Tim URC Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjungperak memanfaatkan bukti tersebut untuk melakukan identifikasi. Setelah mengumpulkan sejumlah informasi dan melakukan penyelidikan lapangan, petugas akhirnya berhasil melacak keberadaan pelaku.
Polisi kemudian menggerebek sebuah rumah yang menjadi lokasi persembunyian KRHS. Dalam operasi itu, petugas berhasil mengamankan pelaku tanpa adanya korban lain.
AKP M Prasetyo menjelaskan bahwa keberhasilan pengungkapan kasus ini menunjukkan pentingnya pemanfaatan teknologi dan respons cepat aparat dalam menangani tindak kriminalitas jalanan.
Komitmen Jaga Keamanan Wisatawan dan Warga
Polres Pelabuhan Tanjungperak menegaskan tidak akan memberi ruang bagi pelaku kejahatan yang meresahkan masyarakat, terutama di kawasan wisata dan pusat aktivitas publik. Kepolisian juga terus meningkatkan patroli serta respons cepat terhadap laporan masyarakat guna mencegah aksi kriminal serupa.
Keamanan wisatawan menjadi perhatian penting karena Surabaya merupakan salah satu kota tujuan wisata dan bisnis di Jawa Timur. Kasus yang menimpa wisatawan asing berpotensi memengaruhi citra daerah apabila tidak ditangani secara cepat dan profesional.
Karena itu, keberhasilan penangkapan pelaku jambret ini diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung ke Kota Pahlawan. Polisi juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada saat menggunakan ponsel di ruang publik dan segera melapor apabila menjadi korban tindak kejahatan.
“URC Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak berkomitmen memberi rasa aman pada warga maupun wisatawan yang berkunjung ke Surabaya,” tegas AKP M Prasetyo.
Keberhasilan pengungkapan kasus ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara teknologi, laporan masyarakat, dan kerja cepat aparat penegak hukum mampu mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan.
Langkah tegas tersebut diharapkan semakin memperkuat kepercayaan publik terhadap upaya kepolisian dalam menjaga keamanan dan kenyamanan di Surabaya.
Rama T












