Lapas Garut Kelas IIA Jadikan Eco Office Sebagai  Bagian Integral Program Garut Green Correction

Terasistana.id,Jakarta

Garut,

Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Garut terus memperkuat komitmennya terhadap pembangunan berkelanjutan dengan menjadikan Eco Office sebagai bagian integral dari program Garut Green Correction, sebuah inisiatif hijau yang mengintegrasikan fungsi pemasyarakatan dengan kepedulian lingkungan. Komitmen tersebut ditegaskan melalui kegiatan Sosialisasi Eco Office yang dilaksanakan pada Rabu, 21 Januari 2026, dengan menghadirkan narasumber dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Garut dan diikuti oleh seluruh jajaran pegawai.

Program Garut Green Correction dirancang sebagai kerangka besar transformasi Lapas Garut menuju lembaga pemasyarakatan yang ramah lingkungan, efisien, dan berdaya guna. Dalam kerangka tersebut, Eco Office diposisikan sebagai fondasi perubahan budaya kerja, khususnya di sektor perkantoran, guna menekan dampak lingkungan dari aktivitas administrasi sehari-hari seperti konsumsi kertas, air, energi, dan pengelolaan sampah.

Melalui penerapan Eco Office, Lapas Garut menargetkan perubahan perilaku pegawai secara sistematis dan berkelanjutan. Enam indikator utama menjadi acuan, meliputi pengelolaan ruang terbuka hijau, efisiensi energi, konservasi air, pengelolaan sampah berbasis 3R, peningkatan kualitas udara dan kesehatan kerja, serta penguatan tata kelola Eco Office yang didukung kebijakan dan komitmen pimpinan. Seluruh indikator tersebut sejalan dengan visi Garut Green Correction yang menempatkan keberlanjutan sebagai bagian dari kinerja institusi.

Kepala Lapas Kelas IIA Garut, Rusdedy, menegaskan bahwa Garut Green Correction tidak hanya berorientasi pada kebersihan lingkungan, tetapi juga pada pembentukan pola pikir dan karakter. Menurutnya, Eco Office menjadi pintu masuk perubahan budaya organisasi, sementara program hijau lainnya—seperti pengolahan sampah terpadu, pertanian, dan peternakan produktif—menjadi media pembinaan dan pemberdayaan warga binaan yang bernilai edukatif dan ekonomis.

“Garut Green Correction kami bangun sebagai satu ekosistem. Eco Office berperan di area perkantoran, sementara kegiatan pengelolaan sampah, pertanian, dan peternakan menjadi sarana pembinaan kemandirian warga binaan. Semuanya saling terhubung dan saling menguatkan,” ujar Rusdedy.

Asep Robi Nugraha, Selaku Kepala Bidang Konservasi Lingkungan dan Keanekaragaman Hayati Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Garut menyampaikan apresiasi atas langkah strategis Lapas Garut yang telah mengintegrasikan Eco Office dalam program inisiatif hijau pemasyarakatan. DLH mendorong penguatan pencatatan data lingkungan, efisiensi energi dan air, serta kolaborasi berkelanjutan agar Garut Green Correction dapat berkembang sebagai model praktik baik, sekaligus mendukung penilaian lingkungan daerah, termasuk dalam Program Adipura.

Melalui Garut Green Correction, Lapas Garut menegaskan transformasinya sebagai institusi pemasyarakatan modern yang tidak hanya berfokus pada aspek keamanan dan pembinaan, tetapi juga mengambil peran aktif dalam pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan. Eco Office menjadi bukti bahwa perubahan besar dapat dimulai dari kebiasaan kerja sehari-hari, menuju pemasyarakatan yang hijau, humanis, dan berorientasi masa depan.

NP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru