Terasistana.Id, Jakarta .
KABUPATEN BEKASI – Menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kabupaten Bekasi bukan hanya tugas kepolisian. Peran media massa dan influencer dinilai penting dalam menangkal hoaks, meredam informasi provokatif, serta membangun kesadaran masyarakat di tengah derasnya arus informasi digital.
Hal tersebut mengemuka dalam audiensi Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol Andi Odang bersama Kelompok Kerja (Pokja) Wartawan polres metro bekasi dan sejumlah influencer di Ruang Rapat Lantai 2 Mapolres Metro Bekasi, Selasa (13/10/2026).
Pertemuan yang dihadiri puluhan perwakilan media televisi, cetak, online, serta kreator konten tersebut menjadi ruang komunikasi untuk memperkuat sinergi antara kepolisian dan insan media dalam menjaga kondusivitas wilayah Kabupaten Bekasi.
Dalam arahannya, Kombes Pol Andi Odang menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh elemen masyarakat, termasuk wartawan dan influencer, dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.
“Kami mengajak rekan-rekan media dan para influencer untuk menjadi mitra strategis Polri. Mari kita bersama-sama membangun sinergi yang kuat demi menjaga kondusivitas lingkungan kita. Informasi yang edukatif, berimbang, dan jauh dari narasi provokatif sangat dibutuhkan untuk menjaga ketenteraman warga,” ujarnya.
Kapolres menyoroti tantangan keamanan di era digital yang tidak hanya terjadi di dunia nyata, tetapi juga di ruang maya. Penyebaran berita bohong atau hoaks serta konten provokatif berpotensi menimbulkan kesalahpahaman hingga memicu konflik sosial.
Karena itu, media dan influencer diharapkan mampu menyampaikan informasi yang akurat, mengedepankan verifikasi, serta memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak mudah terpengaruh kabar yang belum jelas kebenarannya.
Di sisi lain, sinergi tersebut juga diharapkan dapat memperkuat komunikasi dua arah antara kepolisian dan masyarakat. Informasi mengenai persoalan keamanan, keresahan warga, maupun perkembangan situasi di lapangan perlu disampaikan secara tepat agar dapat ditindaklanjuti sesuai kewenangan.
Kolaborasi kepolisian dengan media menjadi bagian penting dalam membangun komunikasi publik yang sehat. Namun, sinergi tersebut tetap perlu berjalan seiring dengan independensi pers, verifikasi fakta, keberimbangan pemberitaan, serta kebebasan wartawan menjalankan fungsi kontrol sosial.
Wartawan bukan hanya menyampaikan informasi, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk mengawasi pelayanan publik dan menyuarakan kepentingan masyarakat. Sementara itu, kepolisian berkepentingan memastikan informasi publik tersampaikan secara jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.
Melalui audiensi ini, diharapkan terbangun komunikasi yang terbuka, profesional, dan berkelanjutan antara Polres Metro Bekasi, Pokja Wartawan, serta para influencer.
Tujuannya bukan sekadar menjaga situasi tetap kondusif, melainkan juga menciptakan ruang informasi yang sehat, meningkatkan kepercayaan publik, dan mendorong masyarakat Kabupaten Bekasi berperan aktif dalam menjaga keamanan serta ketertiban bersama.
(drt)







