Terasistana.id, Jakarta
*Dispen Kormar TNI Angkatan Laut (Kepulauan Riau).
Prajurit Korps Marinir berhasil menunjukkan profesionalismenya dalam Latihan Integrasi TNI 2026 di Pantai Todak, Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, Rabu (05/08/2026).

Dalam Latihan Integrasi TNI Tahun 2026 ini dimulai dengan manufer unsur kapal perang Republik Indonesia yang membawa pasukan pendarat korps marinir. Penembakan Roket MLRS RM-70 Grad Korps Marinir dari KRI Prabu Siliwangi (PBS) – 321 dilanjutkan dengan pendaratan menggunakan Tank Amfibi BMP-3F, Kendaraan Pendarat Amfibi (Ranratfib) LVT-7 dan Kendaraan Amfibi Pengangkut Artileri (KAPA) dan penembakan Meriam Howitzer 105mm untuk menguasai garis pantai yang disimulasikan masih dalam penguasaan musuh.
Dalam hitungan menit, ratusan Prajurit Pasukan Pendarat Korps Marinir TNI Angkatan Laut yang tergabung dalam Operasi Amfibi berhasil menguasai pantai musuh.

Skenario latihan ini bertujuan untuk menguji kesiapsiagaan, koordinasi antar unsur, serta kemampuan tempur pasukan pendarat di medan sebenarnya.
“Latihan ini adalah wujud nyata Korps Marinir sebagai pasukan pendarat yang profesional, modern, dan tangguh. Pantai Todak dipilih karena memiliki karakteristik geografis yang mewakili wilayah kepulauan. Keberhasilan merebut pantai ini menjadi bukti bahwa Korps Marinir siap digerakkan kapan saja untuk mempertahankan kedaulatan NKRI,” Tegas Pangkormar.

Latihan Integrasi TNI Tahun 2026 ini dilaksanakan dalam rangkaian kegiatan Asops Pangkormar Brigjen TNI (Mar) Arief Rahman H. Anggorojati, S.E., CTMP., M.M., yang bertujuan untuk mengukur kesiapan operasional dan meningkatkan kemampuan tempur prajurit Marinir dalam mendukung tugas pokok TNI AL.
NP






