Terasistana.id, Jakarta
Pakistan,
31/07/2026.
Duta Besar Republik Indonesia untuk Pakistan, Letjen TNI (Purn) Chandra Warsenanto Sukotjo,M.Sc. menerima kunjungan Mr. Umar Iqbal dan Mr. Khawaja Imran Afzal dari Nimir Industrial Chemicals Limited (NICL),Lahore di Kedutaan Besar Republik Indonesa (KBRI) Islamabad,pada Kamis (23/07/2026). Pertemuan tersebut turut didampingi oleh Presiden Pakistan-Indonesia Business Circle,Mr. Haseeb Khan
Dikutib redaksi pada Jum’at (31/07/2026) di Jakarta. Dalam pertemuan itu,Nimir Industrial Chemicals Limited (NICL) menyampaikan minatnya untuk menjajaki peluang investasi perusahaan Pakistan di Indonesia. Sektor yang menjadi fokus pembahasan meliputi bahan baku sabun (soap noodles) dan minyak kelapa sawit.
KBRI Islamabad menegaskan komitmennya untuk memfasilitasi potensi investasi Pakistan di Indonesia. Dukungan tersebut diberikan sebagai bagian dari upaya memperkuat hubungan ekonomi antara kedua negara. Selain memfasilitasi potensi investasi,KBRI Islamabad juga mendorong peningkatan hubungan antarpelaku usaha (business-to-business atau B-to-B).
Pertemuan antara KBRI Islamabad dan Nimir Industrial Chemicals Limited (NICL) menjadi langkah awal dalam penjajakan peluang investasi perusahaan Pakistan di Indonesia. Dukungan KBRI Islamabad terhadap potensi investasi dan hubungan antarpelaku usaha diharapkan dapat memperkuat kerja sama ekonomi bilateral kedua negara.
Pertemuan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kerja sama ekonomi bilateral kedua negara melalui fasilitasi investasi. KBRI Islamabad juga mendorong peningkatan hubungan antarpelaku usaha (business-to-business atau B-to-B) antara Indonesia dan Pakistan.
Git-Red.








![Wamendagri Ribka Haluk Minta Pemda Sinkronisasi Anggaran Wamendagri Ribka Haluk Minta Pemda Sinkronisasi Anggaran Terasistana.id Jakarta – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk meminta pemerintah daerah (Pemda) yang melaksanakan Pemungutan Suara Ulang (PSU) untuk melakukan sinkronisasi kesiapan anggaran dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), serta aparat keamanan TNI/Polri di daerah masing-masing. Ribka menyampaikan, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian dalam rapat pimpinan telah menekankan pentingnya kesiapan pendanaan PSU. “Kami sekali lagi melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah dalam hal ini provinsi, kabupaten, kota, untuk memastikan ketersediaan dana untuk persiapan Pilkada untuk provinsi, kabupaten, dan kota,” kata Ribka saat memimpin Rapat Kesiapan Pendanaan Pilkada pada Daerah yang Melaksanakan PSU di Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), dikutip dari teropongistana.com Jakarta, Selasa (4/3/2025). Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari Rapat Kerja (Raker) dan Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Komisi II DPR RI pada Kamis (27/2/2025) lalu. Fokus utama pembahasan adalah memastikan kesiapan anggaran PSU sesuai dengan Undang-Undang (UU) Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada. “Hari ini kita hanya memastikan tingkat koordinasi kami sampai sejauh mana, kemudian sumber-sumber pembiayaannya. Mungkin nanti, besok atau lusa kita coba gelar rapat dengan pemerintah daerah setempat,” terangnya. Lebih lanjut, Ribka menegaskan bahwa pendanaan PSU terutama bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) perubahan. Anggaran dapat dialokasikan dari Belanja Tidak Terduga (BTT), Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA), serta sisa dana KPU di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. “Jadi yang harus kita pastikan adalah dana, penyediaan dana untuk KPU, Bawaslu, dan pihak keamanan, keamanan dalam hal ini TNI dan Polri. Kemudian perubahan NPHD (Naskah Perjanjian Hibah Daerah)-nya. Saya dengar kemarin ada presentasi KPU RI itu ada sisa-sisa dana di sana, ini ditambah dengan pos-pos lain,” terangnya. Untuk memastikan kesiapan anggaran dan memperoleh pembaruan informasi, Kemendagri akan melakukan peninjauan langsung ke daerah yang menyelenggarakan PSU. Ribka menekankan, Pemda harus merasionalisasi skema pendanaan yang ada dan mengalokasikan anggaran secara efektif. “Saya pikir di [proses] efisiensi yang sekarang, barangkali mungkin ada dana-dana yang sudah tersedia. Bagaimana kita dorong teman-teman di daerah supaya mungkin bisa menggunakan dana-dana yang tidak digunakan atau kegiatan-kegiatan yang tidak dilaksanakan. Nah ini yang mungkin coba kita cari skemanya,” tandasnya. Terakhir, Ribka menegaskan, Kemendagri terus mendorong Pemda agar berkoordinasi erat dengan KPU, Bawaslu, serta TNI/Polri di daerah masing-masing guna memastikan pendanaan PSU berjalan sesuai ketentuan dan putusan Mahkamah Konstitusi (MK).](https://terasistana.id/wp-content/uploads/2025/03/IMG-20250304-WA0107-300x178.jpg)



