Terasustana.id, Jakarta
Garut
Lapas Kelas IIA Garut kembali menorehkan prestasi membanggakan melalui program pembinaan kemandirian. Sebanyak 563 unit coir shade (rajut sabut kelapa)hasil karya warga binaan berhasil diekspor ke Barcelona, Spanyol, dalam ekspor perdana Lapas Garut pada tahun 2026.

Proses loading atau pengangkutan produk ke dalam kontainer dilaksanakan pada Kamis (9/7) mulai pukul 08.00 hingga 14.30 WIB. Ekspor ini merupakan hasil kolaborasi antara Lapas Garut dengan PT. Coir Indonesia Global sebagai mitra pembinaan dan pemasaran produk warga binaan.
Adapun produk yang diekspor terdiri dari 355 unit Coir Shade Diagonal ukuran 300 x 400 cm, 150 unit Fergola ukuran 200 x 300 cm, serta 58 unit Fergola ukuran 100 x 300 cm, sehingga total mencapai 563 unit yang dipersiapkan selama satu bulan melalui proses produksi di bawah pendampingan dan pengawasan instruktur.

Kepala Lapas Kelas IIA Garut, Rusdedy, menyampaikan bahwa keberhasilan ekspor perdana tahun 2026 ini menjadi bukti nyata bahwa program pembinaan kemandirian mampu menghasilkan produk yang memiliki daya saing hingga pasar internasional.
“Ekspor perdana tahun 2026 ini merupakan kebanggaan bagi kami sekaligus motivasi bagi seluruh warga binaan untuk terus berkarya. Pembinaan di Lapas Garut tidak hanya berorientasi pada pembentukan karakter, tetapi juga membekali warga binaan dengan keterampilan yang bernilai ekonomi dan mampu menembus pasar global. Kami berharap keberhasilan ini menjadi langkah awal untuk memperluas pasar ekspor produk karya warga binaan di masa mendatang,” ujar Rusdedy.
Sementara itu, Kepala Seksi Kegiatan Kerja Lapas Garut, Asep Supriatna, menjelaskan bahwa seluruh proses produksi dilakukan dengan mengedepankan kualitas agar memenuhi standar yang dipersyaratkan oleh pasar internasional.
“Selama kurang lebih satu bulan, warga binaan didampingi secara intensif oleh instruktur dalam setiap tahapan produksi, mulai dari proses pengerjaan hingga quality control. Hasil penjualan produk ini memberikan manfaat nyata melalui sistem bagi hasil bersama mitra, pemberian premi kepada warga binaan sebagai bentuk penghargaan atas hasil kerja mereka, serta memberikan kontribusi terhadap Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP),” jelas Asep.

Keberhasilan ekspor ini menjadi wujud nyata pembinaan yang produktif sekaligus mendukung program akselerasi pembinaan kemandirian di lingkungan pemasyarakatan. Melalui sinergi dengan dunia usaha, Lapas Garut terus berkomitmen menciptakan warga binaan yang memiliki keterampilan, produktif, dan siap kembali berkontribusi positif di tengah masyarakat setelah menyelesaikan masa pidananya.
Prestasi ini sekaligus mempertegas komitmen Lapas Garut dalam menghadirkan pembinaan yang berdampak, membuka peluang ekonomi baru, serta membuktikan bahwa karya warga binaan mampu bersaing dan diterima di pasar internasional.
NP








