Pemprov DKI Berikan Apresiasi Kepada Sejumlah RW Atas Keberhasilan Pengelolaan Lingkungan

Terasistana.id, Jakarta

 

Jakarta,

22/06/2026.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memberikan apresiasi kepada sejumlah pengurus rukun warga (RW) dalam pengelolaan lingkungan. Penghargaan prestisius ini diserahkan langsung pada momentum Apel Siaga Jaga Jakarta.

“Apresiasi para kader lingkungan, pengurus bank sampah,PPSU,serta pengurus RT/RW yang menjadi garda terdepan,”ujar Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di kawasan Monas, Jakarta Pusat,pada Minggu (21/06/ 2026).

Apresiasi tersebut diberikan kepada:

Wilayah Kota Administrasi Jakarta Pusat:
RW 09 Kelurahan Cempaka Putih Barat
RW 05 Kelurahan Paseban
RW 01 Kelurahan Gambir

Wilayah Kota Administrasi Jakarta Barat:
RW 09 Kelurahan Meruya Utara
RW 07 Kelurahan Joglo
RW 04 Kelurahan Kedoya Utara

Wilayah Kota Administrasi Jakarta Selatan:
RW 09 Kelurahan Lenteng Agung
RW 08 Kelurahan Petukangan Selatan
RW 03 Kelurahan Kebon Baru

Wilayah Kabupaten Kepulauan Seribu:
RW 03 Kelurahan Pulau Untung Jawa
RW 04 Kelurahan Pulau Pari
RW 02 Kelurahan Pulau Kelapa

Wilayah Kota Administrasi Jakarta Utara:
RW 07 Kelurahan Rorotan
RW 24 Kelurahan Pegangsaan Dua
RW 12 Kelurahan Rawa Badak Utara

Wilayah Kota Administrasi Jakarta Timur:
RW 03 Kelurahan Setu
RW 16 Kelurahan Penggilingan
RW 12 Kelurahan Duren Sawit

Pramono menegaskan bahwa gerakan pemilahan di tingkat akar rumput berjalan sangat masif. Beberapa wilayah binaan bahkan mampu mengonversi sisa makanan menjadi pakan budidaya maggot. “Penanganannya di RT itu sudah sampai pemilahan untuk makanan maggot,kemudian ikan,dan sebagainya,”ungkap Pramono.

Guna mendukung konsistensi warga, pemerintah daerah kini menyiapkan infrastruktur penampung hasil organik. Lahan puluhan hektare di Cilangkap segera dioptimalkan sebagai pusat pengolahan pupuk. “Kami segera akan membuka lahan kurang lebih 90 hektar untuk pengembangan yang organik untuk maggot dan pupuk,”tutur Pramono.

Langkah taktis berbasis komunitas lokal ini mendapat dukungan penuh dari Menko Pangan,Zulkifli Hasan (Zulhas). Kolaborasi aktif tersebut dinilai menjadi solusi terbaik dalam menghapus sistem pembuangan terbuka. “Tidak mungkin sampah selesai tanpa melibatkan semua pihak, karena sampah itu urusan kita bersama,”tegas Zulhas

Zulkifli akan menginstruksikan daerah lain untuk segera menduplikasi sistem pengelolaan di Jakarta. Model pergerakan massal ini akan dibawa ke wilayah Jawa hingga Sumatra. “Agar nanti daerah-daerah lain mencontoh saja. Kami akan bawa ke Jawa Timur, Jawa Tengah,Jawa Barat,”ucap Zulkifli.

Git-Red.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *