Terasistana.id, Jakarta
SIDOARJO –
Keluarga besar almarhumah Hj. Satiya Binti Asmat menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh masyarakat, kerabat, sahabat, serta berbagai pihak yang telah memberikan doa, dukungan moral, bantuan tenaga maupun materi selama proses perawatan hingga pemakaman almarhumah.
Ucapan terima kasih tersebut disampaikan oleh H. Abdullah selaku suami almarhumah dan Abie Samsudin, putra almarhumah yang juga menjabat sebagai Wakil Pimpinan Redaksi Media Nusantara Abadi News.

Dalam keterangannya, keluarga mengaku sangat terharu atas perhatian dan kepedulian yang diberikan oleh masyarakat dari berbagai kalangan.
Dukungan yang mengalir sejak kabar duka meninggalnya almarhumah hingga rangkaian tahlil dan doa bersama menjadi penguat bagi keluarga yang sedang berduka.
“Kami sekeluarga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat yang telah memberikan doa, dukungan, bantuan, serta perhatian kepada keluarga kami. Semoga segala kebaikan yang telah diberikan mendapat balasan berlipat ganda dari Allah SWT,” ujar keluarga.
Ucapan terima kasih secara khusus disampaikan kepada warga Sepanjang Tani Puyuh 2/4 yang telah menunjukkan rasa kebersamaan, gotong royong, dan solidaritas tinggi selama prosesi pemakaman dan kegiatan doa bersama berlangsung.
Menurut keluarga, kehadiran warga yang turut membantu segala kebutuhan selama masa duka menjadi bukti kuatnya nilai kekeluargaan dan persaudaraan di tengah masyarakat.
Selain kepada warga sekitar, keluarga juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada berbagai tokoh yang telah memberikan perhatian dan belasungkawa.
Di antaranya kepada AKP Adik Agus Putrawan, S.H., M.H., selaku Kasat Resnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, yang turut menyampaikan belasungkawa serta memberikan dukungan kepada keluarga yang ditinggalkan.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Dra. Lucy Kurniasari, Anggota DPR RI Komisi IX Fraksi Partai Demokrat dari Daerah Pemilihan Surabaya-Sidoarjo, yang turut memberikan perhatian dan doa atas wafatnya almarhumah Hj. Satiya Binti Asmat.
Tak hanya itu, keluarga juga mengapresiasi kepedulian dan empati yang ditunjukkan oleh keluarga besar SMA Katolik Frateran Surabaya yang turut hadir dan memberikan dukungan moril kepada keluarga almarhumah.
Dalam kesempatan tersebut, keluarga turut menyampaikan rasa hormat dan terima kasih kepada para alim ulama, tokoh agama, ustaz, kiai, serta seluruh jamaah yang telah memimpin dan mengikuti doa bersama untuk almarhumah.
Doa-doa yang dipanjatkan diharapkan menjadi amal jariyah yang mengantarkan almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT serta diampuni segala khilaf dan dosanya selama hidup di dunia.
“Kami memohon maaf apabila selama hidup almarhumah memiliki kesalahan baik yang disengaja maupun tidak disengaja. Kami juga memohon doa agar almarhumah diberikan husnul khatimah, dilapangkan kuburnya, diterima segala amal ibadahnya, dan ditempatkan di surga-Nya,” ungkap keluarga.
Keluarga menegaskan bahwa seluruh perhatian, dukungan, serta bantuan yang diberikan oleh berbagai pihak menjadi kenangan yang tidak akan pernah dilupakan. Di tengah suasana kehilangan yang mendalam, kehadiran masyarakat dan para sahabat menjadi penghibur sekaligus penguat bagi keluarga untuk tetap tabah menghadapi cobaan.
Sebagai penutup, keluarga besar almarhumah Hj. Satiya Binti Asmat kembali menyampaikan rasa syukur dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah menunjukkan kepedulian dan kasih sayang kepada almarhumah serta keluarga yang ditinggalkan.
“Semoga Allah SWT membalas segala kebaikan Bapak, Ibu, Saudara, dan Sahabat semuanya dengan pahala yang berlipat ganda serta senantiasa memberikan kesehatan, keberkahan, dan perlindungan-Nya kepada kita semua. Aamiin Ya Rabbal Alamin.”
TW












![Wamendagri Ribka Haluk Minta Pemda Sinkronisasi Anggaran Wamendagri Ribka Haluk Minta Pemda Sinkronisasi Anggaran Terasistana.id Jakarta – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk meminta pemerintah daerah (Pemda) yang melaksanakan Pemungutan Suara Ulang (PSU) untuk melakukan sinkronisasi kesiapan anggaran dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), serta aparat keamanan TNI/Polri di daerah masing-masing. Ribka menyampaikan, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian dalam rapat pimpinan telah menekankan pentingnya kesiapan pendanaan PSU. “Kami sekali lagi melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah dalam hal ini provinsi, kabupaten, kota, untuk memastikan ketersediaan dana untuk persiapan Pilkada untuk provinsi, kabupaten, dan kota,” kata Ribka saat memimpin Rapat Kesiapan Pendanaan Pilkada pada Daerah yang Melaksanakan PSU di Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), dikutip dari teropongistana.com Jakarta, Selasa (4/3/2025). Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari Rapat Kerja (Raker) dan Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Komisi II DPR RI pada Kamis (27/2/2025) lalu. Fokus utama pembahasan adalah memastikan kesiapan anggaran PSU sesuai dengan Undang-Undang (UU) Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada. “Hari ini kita hanya memastikan tingkat koordinasi kami sampai sejauh mana, kemudian sumber-sumber pembiayaannya. Mungkin nanti, besok atau lusa kita coba gelar rapat dengan pemerintah daerah setempat,” terangnya. Lebih lanjut, Ribka menegaskan bahwa pendanaan PSU terutama bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) perubahan. Anggaran dapat dialokasikan dari Belanja Tidak Terduga (BTT), Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA), serta sisa dana KPU di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. “Jadi yang harus kita pastikan adalah dana, penyediaan dana untuk KPU, Bawaslu, dan pihak keamanan, keamanan dalam hal ini TNI dan Polri. Kemudian perubahan NPHD (Naskah Perjanjian Hibah Daerah)-nya. Saya dengar kemarin ada presentasi KPU RI itu ada sisa-sisa dana di sana, ini ditambah dengan pos-pos lain,” terangnya. Untuk memastikan kesiapan anggaran dan memperoleh pembaruan informasi, Kemendagri akan melakukan peninjauan langsung ke daerah yang menyelenggarakan PSU. Ribka menekankan, Pemda harus merasionalisasi skema pendanaan yang ada dan mengalokasikan anggaran secara efektif. “Saya pikir di [proses] efisiensi yang sekarang, barangkali mungkin ada dana-dana yang sudah tersedia. Bagaimana kita dorong teman-teman di daerah supaya mungkin bisa menggunakan dana-dana yang tidak digunakan atau kegiatan-kegiatan yang tidak dilaksanakan. Nah ini yang mungkin coba kita cari skemanya,” tandasnya. Terakhir, Ribka menegaskan, Kemendagri terus mendorong Pemda agar berkoordinasi erat dengan KPU, Bawaslu, serta TNI/Polri di daerah masing-masing guna memastikan pendanaan PSU berjalan sesuai ketentuan dan putusan Mahkamah Konstitusi (MK).](https://terasistana.id/wp-content/uploads/2025/03/IMG-20250304-WA0107-300x178.jpg)