Terasistana.id Jakarta – Sekretaris Jenderal Projo (Pro-Jokowi), Freddy Alex Damanik, menyampaikan pernyataan resmi menanggapi kontroversi pernyataan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) yang mengaku berperan besar hingga Joko Widodo berhasil menjadi Presiden.
Dalam pandangan PROJO, pernyataan tersebut perlu diluruskan agar tidak menyederhanakan makna demokrasi yang sesungguhnya.
“Kami menghormati Bapak Jusuf Kalla sebagai tokoh bangsa yang memiliki kontribusi nyata. Namun, kami menegaskan bahwa kemenangan Joko Widodo adalah hasil dari kehendak dan kepercayaan rakyat Indonesia. Demokrasi kita tidak dibangun di atas peran satu individu semata, melainkan kerja kolektif berbagai elemen bangsa,” ujar Freddy dalam keterangannya, Minggu (19/04/2026).
Jejak Kepemimpinan dan Dukungan Massa
Freddy menekankan, keberhasilan Jokowi tidak lepas dari rekam jejak kepemimpinannya yang lahir dari bawah, kerja nyata, serta kedekatan yang tulus dengan rakyat. Faktor inilah yang menjadi fondasi utama kepercayaan publik yang begitu besar.
Selain itu, kemenangan tersebut juga merupakan buah dari sinergi yang kuat. Mulai dari dukungan ribuan relawan yang tergabung dalam PROJO, peran Partai Politik seperti PDI Perjuangan, hingga partisipasi aktif masyarakat luas yang menjadi pilar kemenangan.
“Oleh karena itu, tidak tepat jika proses demokrasi yang panjang dan megah ini disederhanakan menjadi klaim personal. Ini adalah kemenangan bersama,” tegasnya.
Kronologis Pernyataan Jusuf Kalla
Kontroversi ini bermula pada Sabtu, 18 April 2026, saat JK menggelar konferensi pers di kediamannya di Jakarta Selatan. Dalam kesempatan itu, ia menanggapi berbagai isu termasuk polemik ijazah dan ceramahnya yang dianggap kontroversial.
Dalam penjelasannya, JK menceritakan perannya dalam karier politik Jokowi:
– Ia mengaku yang membawa Jokowi dari Solo ke Jakarta untuk maju sebagai Calon Gubernur DKI Jakarta pada Pilkada 2012.
– Ia menyebut telah meyakinkan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri agar mau mengusung Jokowi, yang awalnya sempat ragu.
– Setelah menang, Jokowi datang ke rumahnya untuk mencium tangan dan mengucapkan terima kasih.
– Menurutnya, menjadi Gubernur DKI adalah pintu utama agar bisa maju menjadi Presiden.
– Pada Pilpres 2014, Megawati baru bersedia menandatangani pencalonan Jokowi setelah JK bersedia menjadi calon wakil presiden bersamanya.
Dengan nada tegas, JK menyatakan:
“Kasih tahu semua itu termul-termul itu, Jokowi jadi presiden karena saya. Kan tanpa gubernur mana bisa jadi presiden?”
Istilah “termul-termul” yang digunakan merujuk pada sebutan untuk pendukung setia Jokowi di media sosial.
Ajakan Jaga Persatuan
PROJO mengajak seluruh pihak, khususnya para tokoh bangsa, untuk tetap menjaga narasi kebangsaan yang sehat dan membangun.
“Demokrasi Indonesia adalah milik rakyat. Setiap kemenangan di dalamnya adalah kemenangan bersama, bukan milik individu seorang pun. Mari kita junjung tinggi semangat persatuan,” pungkas Freddy Alex Damanik.












