Terasistana.id Jakarta – Matanya masih merah memerah akibat berkali-kali menangis dalam perjalanan panjang pulang ke tanah air. Rambut yang kusut dan wajahnya yang pucat tak lagi menyembunyikan betapa beratnya beban yang telah ditanggung Septi Surya Rusmana selama berbulan-bulan.
Ketika pintu pesawat terbuka di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, sinar matahari pagi menyapa wajahnya yang sudah lama tak merasakan hangatnya tanah air. Di sana, dengan wajah penuh perhatian dan tangan terbuka lebar, berdiri Wakil Ketua Komisi I DPR RI sekaligus Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Barat, Anton Sukartono Suratto.
Politisi Demokrat asal Jawa Barat tersebut datang sengaja untuk menjemput Septi salah satu korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang akhirnya berhasil dipulangkan setelah melalui proses koordinasi yang panjang bersama pemerintah dan perwakilan Indonesia di luar negeri.
“Selamat datang kembali, anakku. Kamu sudah aman sekarang,” ucap Anton dengan nada lembut sambil membantu Septi membawa tasnya yang tidak banyak, Sabtu (7/3/2026)
Tangis haru Septi yang sudah lama ditahan pun meluap seketika. Dia mengenang bagaimana dulu tergiur tawaran pekerjaan dengan gaji tinggi yang datang lewat media sosial.
Tanpa pikir panjang, ia mengikuti ajakan tersebut, tak menyadari bahwa dirinya akan terjebak dalam jerat yang menyakitkan.
“Negara tidak akan pernah meninggalkan salah satu anaknya yang mengalami kesulitan di luar negeri,” tegas Anton sambil menepuk bahu Septi dengan penuh kasih sayang.
Anton menambahkan bahwa kasus Septi bukan hanya sebuah peristiwa tunggal, melainkan pelajaran penting bagi seluruh masyarakat Indonesia.
“Jangan pernah mudah percaya pada janji-janji manis yang tidak jelas prosedurnya. Periksa legalitas setiap perusahaan yang menawarkan pekerjaan, dan selalu ikuti jalur resmi jika ingin bekerja di luar negeri,” imbuhnya dengan nada penuh peringatan.
Bagi Septi, hari itu bukan hanya hari ia kembali ke tanah air melainkan hari di mana ia merasakan bahwa negara sungguh ada untuknya, meskipun dalam kondisi yang paling sulit. Dan bagi banyak orang, kisahnya menjadi pengingat bahwa kehati-hatian adalah benteng terbaik melawan modus-modus kejahatan yang terus berubah bentuk.












