Wahyu:Pupuk Hayati Semok Balikpapan Solusi Inovatif Rehabilitasi Lahan Gambut

Terasistana.id, Jakarta

 

Jakarta,

31/01/2026.

Di tengah tantangan degradasi lahan dan tingginya ketergantungan sektor pertanian terhadap input kimia,sebuah solusi inovatif lahir dari Kota Beriman, Balikpapan. Pupuk Semok,produk pupuk hayati berbasis bahan lokal,kini menjadi sorotan nasional berkat kemampuannya merehabilitasi lahan gambut serta menetralkan tingkat keasaman tanah.

Dikutib redaksi pada Sabtu (31/01/2026). Dikembangkan selama 16 tahun oleh sang formulator,Sugeng Wahyudi,S.Sos.,atau lebih akrab disapa Wahyu,Pupuk Semok mengusung konsep ekonomi sirkular dengan memanfaatkan limbah lokal sebagai bahan baku,seperti limbah ikan, abu janjang sawit,dan fosfat alam.

Kombinasi bahan tersebut diformulasikan untuk mengaktifkan mikroorganisme tanah yang berperan mengurai residu kimia terikat menjadi unsur hara yang siap diserap tanaman.
“Inovasi ini dirancang untuk mengurai residu kimia di tanah,sehingga petani dapat mengurangi dosis pupuk kimia tanpa menurunkan produktivitas,”ujar Wahyu,pada Kamis (29/01/2026).

Sejak diproduksi secara massal pada 2010,Pupuk Semok telah menunjukkan dampak nyata dalam mendukung pertanian berkelanjutan. Produk ini dinilai efektif menstabilkan pH tanah, terutama pada lahan gambut yang dikenal sulit diolah.

Selain membantu rehabilitasi tanah, penggunaan pupuk hayati ini juga memberikan efisiensi biaya produksi dengan mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia. Kualitas hasil panen pun diklaim lebih sehat dan memenuhi standar keberlanjutan, seperti Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO).

Meski berasal dari industri lokal, kapasitas produksi Pupuk Semok kini telah mencapai sekitar 2.000 ton per bulan dengan berbagai varian,mulai dari bentuk granul,serbuk,hingga cair. Produk ini juga telah mengantongi izin edar resmi dan digunakan di 12 provinsi di Indonesia, dari perkebunan sawit di Sumatera hingga lahan pertanian pangan di Jawa dan Sulawesi.

Keberadaan industri pupuk hayati ini turut memberikan dampak sosial bagi masyarakat sekitar Kelurahan Lamaru. Saat ini,sedikitnya 40 tenaga kerja lokal terserap,sehingga membantu mengurangi angka pengangguran dan meningkatkan perekonomian warga setempat.

Keberhasilan Pupuk Semok menjadi bukti,inovasi daerah memiliki daya saing tinggi dalam mendukung kemandirian pertanian nasional. Ke depan,produk ramah lingkungan asal Balikpapan ini ditargetkan mampu menembus pasar internasional melalui ekspor.

Git-Red.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *