Terasistana.id,Jakarta
MAGETAN –
Kepedulian dan kesiapsiagaan anggota Polres Magetan Polda Jatim kembali dirasakan masyarakat.
Seorang anak perempuan yang terpisah dari orang tuanya saat berlibur di kawasan wisata Telaga Sarangan berhasil ditemukan dan dipertemukan kembali berkat kesigapan petugas.

Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (3/1/2026) di tengah padatnya kunjungan wisatawan Telaga Sarangan Kabupaten Magetan.
Kejadian bermula saat anggota Satlantas Polres Magetan bersama petugas Pos Pengamanan (Pos Pam) Sarangan tengah melaksanakan patroli rutin.
Petugas menerima laporan dari masyarakat mengenai seorang anak yang terpisah dari orang tuanya akibat kerumunan pengunjung yang cukup padat di kawasan wisata tersebut.
Mendapat laporan tersebut, anggota Pos Pam Sarangan bersama pihak keluarga langsung bergerak cepat melakukan pencarian di sekitar lokasi.
Anak tersebut diketahui bernama Celine, warga Sumoroto, Kabupaten Ponorogo, yang terpisah dari orang tuanya saat berwisata.

Tidak berselang lama, upaya pencarian membuahkan hasil. Celine akhirnya berhasil ditemukan dalam kondisi aman dan sehat, kemudian dibawa ke Pos Pam Sarangan untuk dipertemukan kembali dengan kedua orang tuanya.
Momen haru pun terjadi saat Polisi membawa Celine kembali ke pelukan keluarganya.
Kasat Lantas Polres Magetan AKP Ade Andini, STK, S.I.K., M.H. menyampaikan bahwa keberhasilan tersebut merupakan wujud komitmen Polri dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya di tengah meningkatnya aktivitas wisata.
“Kami selalu siap siaga memberikan bantuan kepada masyarakat, termasuk dalam situasi darurat. Alhamdulillah, adik Celine berhasil ditemukan dalam keadaan selamat,” ujarnya.
AKP Ade Andini menambahkan, pihaknya terus mengoptimalkan kehadiran personel di kawasan wisata Sarangan selama masa liburan guna memastikan keamanan dan kenyamanan pengunjung.
“Kami mengimbau kepada para orang tua agar selalu mengawasi anak-anaknya, terutama saat berada di lokasi wisata yang ramai, guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” tambahnya.
Ia juga mengajak seluruh pengunjung wisata untuk tetap waspada, mematuhi arahan petugas, serta menjaga keselamatan diri dan keluarga agar liburan berjalan aman, nyaman, dan berkesan.
Sementara itu, orang tua Celine menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan cepat dari petugas kepolisian.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada bapak dan ibu Polisi di Pos Pam Sarangan. Berkat kesigapan petugas, anak kami bisa ditemukan dan kembali bersama kami,” ungkapnya dengan haru.
Daniel as












![Wamendagri Ribka Haluk Minta Pemda Sinkronisasi Anggaran Wamendagri Ribka Haluk Minta Pemda Sinkronisasi Anggaran Terasistana.id Jakarta – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk meminta pemerintah daerah (Pemda) yang melaksanakan Pemungutan Suara Ulang (PSU) untuk melakukan sinkronisasi kesiapan anggaran dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), serta aparat keamanan TNI/Polri di daerah masing-masing. Ribka menyampaikan, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian dalam rapat pimpinan telah menekankan pentingnya kesiapan pendanaan PSU. “Kami sekali lagi melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah dalam hal ini provinsi, kabupaten, kota, untuk memastikan ketersediaan dana untuk persiapan Pilkada untuk provinsi, kabupaten, dan kota,” kata Ribka saat memimpin Rapat Kesiapan Pendanaan Pilkada pada Daerah yang Melaksanakan PSU di Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), dikutip dari teropongistana.com Jakarta, Selasa (4/3/2025). Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari Rapat Kerja (Raker) dan Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Komisi II DPR RI pada Kamis (27/2/2025) lalu. Fokus utama pembahasan adalah memastikan kesiapan anggaran PSU sesuai dengan Undang-Undang (UU) Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada. “Hari ini kita hanya memastikan tingkat koordinasi kami sampai sejauh mana, kemudian sumber-sumber pembiayaannya. Mungkin nanti, besok atau lusa kita coba gelar rapat dengan pemerintah daerah setempat,” terangnya. Lebih lanjut, Ribka menegaskan bahwa pendanaan PSU terutama bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) perubahan. Anggaran dapat dialokasikan dari Belanja Tidak Terduga (BTT), Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA), serta sisa dana KPU di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. “Jadi yang harus kita pastikan adalah dana, penyediaan dana untuk KPU, Bawaslu, dan pihak keamanan, keamanan dalam hal ini TNI dan Polri. Kemudian perubahan NPHD (Naskah Perjanjian Hibah Daerah)-nya. Saya dengar kemarin ada presentasi KPU RI itu ada sisa-sisa dana di sana, ini ditambah dengan pos-pos lain,” terangnya. Untuk memastikan kesiapan anggaran dan memperoleh pembaruan informasi, Kemendagri akan melakukan peninjauan langsung ke daerah yang menyelenggarakan PSU. Ribka menekankan, Pemda harus merasionalisasi skema pendanaan yang ada dan mengalokasikan anggaran secara efektif. “Saya pikir di [proses] efisiensi yang sekarang, barangkali mungkin ada dana-dana yang sudah tersedia. Bagaimana kita dorong teman-teman di daerah supaya mungkin bisa menggunakan dana-dana yang tidak digunakan atau kegiatan-kegiatan yang tidak dilaksanakan. Nah ini yang mungkin coba kita cari skemanya,” tandasnya. Terakhir, Ribka menegaskan, Kemendagri terus mendorong Pemda agar berkoordinasi erat dengan KPU, Bawaslu, serta TNI/Polri di daerah masing-masing guna memastikan pendanaan PSU berjalan sesuai ketentuan dan putusan Mahkamah Konstitusi (MK).](https://terasistana.id/wp-content/uploads/2025/03/IMG-20250304-WA0107-300x178.jpg)