Terasistana.id, Jakarta
Pati
Petani jagung Desa Wukirsari, Kecamatan Tambakromo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah gagal panen. Pasalnya, hama tikus menyerang lahan jagung mereka.
Salah satu petani yang mengalami gagal panen tersebut yakni Sarlan. Ia tak bisa menyembunyikan kekecewaan mendalam saat melihat hamparan lahan jagungnya yang rusak parah dan gagal panen.
Harapan untuk meraup untung dari hasil panen tahun ini sirna seketika akibat serangan hama tikus yang tak terkendali.
Harapan untuk meraup untung dari hasil panen tahun ini sirna seketika akibat serangan hama tikus yang tak terkendali.
Sarlan menuturkan, serangan tahun ini merupakan yang paling parah yang pernah ia alami. Jika pada tahun-tahun sebelumnya serangan hanya terjadi secara sporadis, kali ini tikus-tikus tersebut menyerang secara massal dan merata di seluruh wilayah desa.
Sarlan menjelaskan biaya modal yang dikeluarkan tidaklah sedikit. Untuk setiap hektare lahan, petani harus merogoh kocek hingga Rp 10 juta untuk benih, pupuk, dan perawatan. Dengan kondisi saat ini, ia memastikan hampir 90% hingga 100% tanaman jagungnya gagal panen.
Kondisi ini menempatkan Sarlan dan rekan-rekan sesama petani dalam posisi sulit, terutama bagi mereka yang mengandalkan pinjaman bank untuk modal tanam.
”Kerugiannya puluhan juta. Sekarang banyak warga yang terpaksa pergi merantau, cari uang buat bayar utang bank karena di sini sudah tidak ada yang bisa dipanen,” ujarnya,
Rifki Mustofa, S.Hum












