Terasistana.id,Jakarta
Jakarta,
10/11/2025.
Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Islamabad menggelar Peringatan 75 Tahun Hubungan Diplomatik Indonesia-Pakistan dengan tema ”
“75 Years of Indonesia and Pakistan: Enduring Trust and Friendship” dengan penuh meriah dan rasa persaudaraan di Islamabad,pada Kamis (06/11/2025).
Dikutib redaksi dari Instagram indonesiaiinslamabad pada Senin (10/11/2025). Acara di hadiri langsung oleh Duta Besar RI Letjen TNI (Purn) Chandra Warsenanto Sukotjo,M.Sc. beserta istri Tamara Sukotjo dan para staf KBRI Islamabad. Turut juga dihadiri beberapa menteri Pakistan, seperti Menteri Urusan Parlemen Dr. Tariq Fazal Chaudhary sebagai chief guest, Menteri Negara Urusan Hukum Barrister Aqeel Malik, dan Menteri Negara/Ketua Komisi Privatisasi sekaligus Penasehat Perdana Menteri Pakistan,Muhammad Ali.
Saat tamu mulai berdatangan,Navy Band Pakistan memainkan lagu-lagu patriotik dan populer kedua negara, seperti Bendera Pusaka,Never on Sunday,dan Chandni Raatein,yang berarti malam yang diterangi cahaya bulan.
Suasana berubah khidmat saat Navy Band memainkan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Qaumi Taraneh Pakistan. Para undangan diajak untuk menikmati keramahan Nusantara saat Gending Sriwijaya ditampilkan sebagai tarian selamat datang.
“Saya percaya,peringatan ini akan memperbarui semangat kita untuk menerjemahkan hubungan mendalam antara kedua negara ke dalam kerja- kerja konkret,”ucap Duta Besar RI Candra W. Sukotjo dalam sambutannya di peringatan yang bertajuk,“75 Years of Indonesia and Pakistan:Enduring Trust and Friendship” ini.
“hubungan bisnis dan hubungan antar- masyarakat merupakan dua elemen penting dalam membuat hubungan bilateral kedua negara selalu relevan bagi generasi muda,”lanjutnya di depan ratusan undangan dari kalangan bisnis,tokoh-tokoh agama dan masyarakat,petinggi militer Pakistan,hingga para duta besar negara sahabat.
Dubes RI Chandra Warsenanto juga berikan ucapan khas semangat kepada beberapa perwakilan siswa TNI yang sedang belajar di Pakistan.
“Salam Komando!,”seru Dubes RI dengan rasa semangat.
Meskipun rangkaian penampilan berlangsung hampir 3 jam,Ballroom Hotel Movenpick tetap penuh undangan hingga akhir. Mereka antusias mengikuti berbagai atraksi yang dipersembahkan oleh Paguyuban Citra pimpinan Ibu Linda Amalia Gumelar. Para undangan terpukau dengan beragam penampilan. Dari peragaan kain Batik koleksi Iwan Tirta dan Obin serta Wastra Nusantara lainnya,hingga tarian Zapin dan Bubuka.
Yang juga tak kalah menarik adalah partisipasi pelajar dan mahasiswa kedua negara,baik sebagai model maupun penari. Empat mahasiswi Nifty Sphere Institute of Design and Arts sukses memperagakan Batik dan Wastra Nusantara. Sedangkan dua mahasiswi lainnya dari National Defence University Pakistan begitu lincah menari Lenggang Jakarta.
Kekaguman para undangan makin menjadi saat Dharma Wanita Persatuan (DWP) KBRI Islamabad menunjukkan kebolehan bermain Angklung membawakan dua lagu, I Have a Dream dan Dil-Dil Pakistan. “Sangat unik! Budaya Indonesia memang sangat kaya! Saya ingin tahu lebih banyak tentang Indonesia,” ungkap Manzar Qazi,wakil Citi Pharma, sebuah perusahaan farmasi terkemuka Pakistan yang sedang proses melebarkan sayapnya ke Indonesia.
“Memang,sudah seharusnya negara kita saling berdekatan. Pakistan dan Indonesia tidak hanya dekat dari sisi sejarah,politik,dan diplomatik. Bisa dikatakan bahwa kedua negara punya hubungan emosional yang dalam,” ungkap Menteri Tariq Chaudhary saat berjalan menuju lobby hotel usai mengikuti acara.
Setelah beberapa mahasiswa Indonesia di International Islamic University in Islamabad (IIUI) menampilkan pencak silat Tapak Suci di penghujung acara,seluruh penampil, baik Indonesia maupun Pakistan,maju ke pentas sambil melambaikan bendera kedua negara.
“Zabardast! Itu kesan saya,”komentar Uzma,penyiar salah satu media TV swasta di Islamabad,sambil mengangkat dua jempolnya. Zabardast sendiri merupakan ungkapan populer di Pakistan yang artinya adalah hebat. “Aku bangga jadi orang Indonesia di Pakistan. Kekayaan budaya kita luar biasa!,”tutur Puteri yang bekerja di Spa dan Wellness Hotel Movenpick.
Git-Red.









![Wamendagri Ribka Haluk Minta Pemda Sinkronisasi Anggaran Wamendagri Ribka Haluk Minta Pemda Sinkronisasi Anggaran Terasistana.id Jakarta – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk meminta pemerintah daerah (Pemda) yang melaksanakan Pemungutan Suara Ulang (PSU) untuk melakukan sinkronisasi kesiapan anggaran dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), serta aparat keamanan TNI/Polri di daerah masing-masing. Ribka menyampaikan, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian dalam rapat pimpinan telah menekankan pentingnya kesiapan pendanaan PSU. “Kami sekali lagi melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah dalam hal ini provinsi, kabupaten, kota, untuk memastikan ketersediaan dana untuk persiapan Pilkada untuk provinsi, kabupaten, dan kota,” kata Ribka saat memimpin Rapat Kesiapan Pendanaan Pilkada pada Daerah yang Melaksanakan PSU di Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), dikutip dari teropongistana.com Jakarta, Selasa (4/3/2025). Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari Rapat Kerja (Raker) dan Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Komisi II DPR RI pada Kamis (27/2/2025) lalu. Fokus utama pembahasan adalah memastikan kesiapan anggaran PSU sesuai dengan Undang-Undang (UU) Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada. “Hari ini kita hanya memastikan tingkat koordinasi kami sampai sejauh mana, kemudian sumber-sumber pembiayaannya. Mungkin nanti, besok atau lusa kita coba gelar rapat dengan pemerintah daerah setempat,” terangnya. Lebih lanjut, Ribka menegaskan bahwa pendanaan PSU terutama bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) perubahan. Anggaran dapat dialokasikan dari Belanja Tidak Terduga (BTT), Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA), serta sisa dana KPU di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. “Jadi yang harus kita pastikan adalah dana, penyediaan dana untuk KPU, Bawaslu, dan pihak keamanan, keamanan dalam hal ini TNI dan Polri. Kemudian perubahan NPHD (Naskah Perjanjian Hibah Daerah)-nya. Saya dengar kemarin ada presentasi KPU RI itu ada sisa-sisa dana di sana, ini ditambah dengan pos-pos lain,” terangnya. Untuk memastikan kesiapan anggaran dan memperoleh pembaruan informasi, Kemendagri akan melakukan peninjauan langsung ke daerah yang menyelenggarakan PSU. Ribka menekankan, Pemda harus merasionalisasi skema pendanaan yang ada dan mengalokasikan anggaran secara efektif. “Saya pikir di [proses] efisiensi yang sekarang, barangkali mungkin ada dana-dana yang sudah tersedia. Bagaimana kita dorong teman-teman di daerah supaya mungkin bisa menggunakan dana-dana yang tidak digunakan atau kegiatan-kegiatan yang tidak dilaksanakan. Nah ini yang mungkin coba kita cari skemanya,” tandasnya. Terakhir, Ribka menegaskan, Kemendagri terus mendorong Pemda agar berkoordinasi erat dengan KPU, Bawaslu, serta TNI/Polri di daerah masing-masing guna memastikan pendanaan PSU berjalan sesuai ketentuan dan putusan Mahkamah Konstitusi (MK).](https://terasistana.id/wp-content/uploads/2025/03/IMG-20250304-WA0107-300x178.jpg)


