Terasistana.id,Jakarta
Bogor,
Kuil Ciu Lun Wang yang berlokasi di Desa Pabuaran, Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, menggelar perayaan Se Jit Kongco “Kwan Kong” dengan meriah. Perayaan tahunan ini sudah 2 kali dirayakan dengan cukup meriah sebelumnya tidak seperti ini ,ujar Gunta ketua Kuil Ciu Lun Wang. Acara berlangsung selama tiga hari, dari Kamis (17/7/2025) hingga Sabtu (19/7/2025), dengan puncak acara yang dimeriahkan oleh berbagai pertunjukan budaya dan keagamaan.
Acara ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Kepala Desa Pabuaran, Plt. Camat Gunung Sindur, Kapolsek Gunung Sindur, serta Maraden dari CV Nirmana Farm. Selain itu, hadir pula tamu undangan dari berbagai kalangan, termasuk perwakilan dari kelenteng-kelenteng se-Jabodetabek.

Okta Jaya selaku Pengurus, menjelaskan bahwa puncak perayaan tahun ini diwarnai dengan atraksi spektakuler dari 45 grup barongsai dan liong yang datang dari berbagai komunitas seni tradisional di Jabodetabek. Tak hanya itu, pertunjukan wushu juga turut memeriahkan suasana. Sebuah bazar juga digelar untuk memeriahkan perayaan ini dan menjadi wadah UMKM lokal
“Acara ini kami selenggarakan rutin setiap tahun pada tanggal 24 bulan 6 penanggalan lunar, sebagai bentuk penghormatan kepada Kongco Kwan Kong, salah satu dewa utama di kuil ini. Selain sebagai bentuk sembahyang, ini juga menjadi momentum untuk mendoakan kesejahteraan umat dan bangsa,” ujar Okta Jaya.

Gunta kembali menjelaskan bahwa Perayaan Se Jit Kongco Kwan Kong bukan hanya menjadi momen spiritual bagi umat Tri Dharma — yakni penganut Buddha, Konghucu, dan Taowisme tetapi juga menjadi ajang silaturahmi antar umat dan budaya lintas daerah. Menurut panitia, kegiatan bakti sosial yang biasanya menyertai acara ini akan dilaksanakan pada bulan lain agar lebih fokus dan tertata.
“Kami ingin mengajak umat agar tidak hanya berdoa, tetapi juga berbuat lebih baik dalam kehidupan sehari-hari. Doa kami bukan hanya untuk diri sendiri, tapi juga untuk bangsa agar lebih makmur dan sejahtera, ujar Gunta.
Semangat toleransi, spiritualitas, dan pelestarian budaya yang terpancar dalam perayaan ini menunjukkan bagaimana tempat ibadah seperti Kuil Ciu Lun Wang menjadi pusat harmoni dan kebersamaan bagi masyarakat luas.pungkasnya
KML – Red












