Terasistana.id, Jakarta
Sidoarjo –
Main sepak bola sudah menjadi hobi Bupati Sidoarjo Subandi. Kegemaran sejak muda. Di waktu senggang, seperti pada Sabtu (26/4/2025), Bupati Subandi bermain sepak bola bersama pegawai-pegawai Pemkab Sidoarjo. Mereka menikmati rumput Stadion GOR Delta yang mulus.
Sabtu sore itu, tim Sepak Bola Pemkab Sidoarjo hendak melakukan sparing dengan Tim Bank Jatim Sidoarjo. Fun game tipis-tipis sekadar untuk mencari keringat. Rupanya, kedua tim ingin laga persahabatan itu berlangsung lebih seru.
Bupati Subandi dan Manajer Tim Pemkab Bachruni Aryawan menawari wartawan Sidoarjo untuk ikut main. Para jurnalis yang sehari-hari bekerja di Sidoarjo dan hobi main bola diajak ikut cari keringat dan melemaskan otot.
”Gasss ae, Pak,” kata Saiful, salah seorang jurnalis yang biasa latihan balbalan di Lapangan Jati, Kecamatan Kota.
Wartawan Sidoarjo FC ditopang oleh tim Eko Supriyanto, jurnalis senior dan pemilik media digital Suryakabar.com. Karena ada sebagian wartawan yang absen ada keperluan. Ada pula yang cedera.

Namun, tim Wartawan Sidoarjo tidak kalah bersaing dengan Tim Pemkab Sidoarjo dan Bank Jatim Sidoarjo. Permainan berimbang. Skor tidak menjadi hitungan.
Selesai bertanding sepak bola, Bupati Subandi menyempatkan diri berbincang dengan para wartawan. Dia menghampiri tempat wartawan duduk. Kelesahan setelah main. Satu per satu disalami.
Lalu, mereka bicara apa saja. Tentang persepakbolaan di Sidoarjo maupun tentang kondisi Stadion GOR Delta yang semakin ciamik setelah direnovasi.
Pokoknya, ngobrol selain soal pekerjaan wartawan maupun tugas-tugas keseharian Subandi sebagai bupati. Camat Tanggulangin Sabino Mariano ikut berbincang di antara Bupati Subandi dan para wartawan.
”Saya ingin yang usianya sudah tidak muda lagi tetap rajin berolahraga. Rajin cari keringat supaya selalu sehat,” kata Bupati Subandi.
Sabino yang kini merangkap PLT Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sidoarjo hadir bersama Irban (Inspektur Pembantu) Heru Edi Santoso dari Inspektorat Sidoarjo.
Jamuan bakso yang sedap dan buah-buahan segar menjadi hidangan jeda pertandingan. Termasuk, kopi hangat dan minuman isotonik untuk menjaga kebugaran. Pertandingan persahabatan antara Bupati Subandi dan Tim Pemkab Sidoarjo melawan Wartawan Sidoarjo ini bukan kali pertama. Sekaligus bukan kali terakhir.
”Ayo diagendakan lagi. Sing penting ati seneng. Awak sehat. Koncoan sing enak karo wartawan,” ungkap Bupati Bu Subandi.
Tommi – Jatim











![Wamendagri Ribka Haluk Minta Pemda Sinkronisasi Anggaran Wamendagri Ribka Haluk Minta Pemda Sinkronisasi Anggaran Terasistana.id Jakarta – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk meminta pemerintah daerah (Pemda) yang melaksanakan Pemungutan Suara Ulang (PSU) untuk melakukan sinkronisasi kesiapan anggaran dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), serta aparat keamanan TNI/Polri di daerah masing-masing. Ribka menyampaikan, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian dalam rapat pimpinan telah menekankan pentingnya kesiapan pendanaan PSU. “Kami sekali lagi melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah dalam hal ini provinsi, kabupaten, kota, untuk memastikan ketersediaan dana untuk persiapan Pilkada untuk provinsi, kabupaten, dan kota,” kata Ribka saat memimpin Rapat Kesiapan Pendanaan Pilkada pada Daerah yang Melaksanakan PSU di Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), dikutip dari teropongistana.com Jakarta, Selasa (4/3/2025). Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari Rapat Kerja (Raker) dan Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Komisi II DPR RI pada Kamis (27/2/2025) lalu. Fokus utama pembahasan adalah memastikan kesiapan anggaran PSU sesuai dengan Undang-Undang (UU) Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada. “Hari ini kita hanya memastikan tingkat koordinasi kami sampai sejauh mana, kemudian sumber-sumber pembiayaannya. Mungkin nanti, besok atau lusa kita coba gelar rapat dengan pemerintah daerah setempat,” terangnya. Lebih lanjut, Ribka menegaskan bahwa pendanaan PSU terutama bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) perubahan. Anggaran dapat dialokasikan dari Belanja Tidak Terduga (BTT), Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA), serta sisa dana KPU di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. “Jadi yang harus kita pastikan adalah dana, penyediaan dana untuk KPU, Bawaslu, dan pihak keamanan, keamanan dalam hal ini TNI dan Polri. Kemudian perubahan NPHD (Naskah Perjanjian Hibah Daerah)-nya. Saya dengar kemarin ada presentasi KPU RI itu ada sisa-sisa dana di sana, ini ditambah dengan pos-pos lain,” terangnya. Untuk memastikan kesiapan anggaran dan memperoleh pembaruan informasi, Kemendagri akan melakukan peninjauan langsung ke daerah yang menyelenggarakan PSU. Ribka menekankan, Pemda harus merasionalisasi skema pendanaan yang ada dan mengalokasikan anggaran secara efektif. “Saya pikir di [proses] efisiensi yang sekarang, barangkali mungkin ada dana-dana yang sudah tersedia. Bagaimana kita dorong teman-teman di daerah supaya mungkin bisa menggunakan dana-dana yang tidak digunakan atau kegiatan-kegiatan yang tidak dilaksanakan. Nah ini yang mungkin coba kita cari skemanya,” tandasnya. Terakhir, Ribka menegaskan, Kemendagri terus mendorong Pemda agar berkoordinasi erat dengan KPU, Bawaslu, serta TNI/Polri di daerah masing-masing guna memastikan pendanaan PSU berjalan sesuai ketentuan dan putusan Mahkamah Konstitusi (MK).](https://terasistana.id/wp-content/uploads/2025/03/IMG-20250304-WA0107-300x178.jpg)
