Terasistana.id, Jakarta
Sidoarjo –
Jalan Lingkar Timur yang menjadi salah satu akses vital penghubung antarwilayah di Kabupaten Sidoarjo kini kondisinya kian memprihatinkan.
Kerusakan jalan yang semakin parah dipenuhi lubang besar dan genangan air, membuat pengguna jalan resah dan mempertanyakan keseriusan penanganan dari instansi terkait.
Pantauan di lapangan, Selasa (17/2/2026), terlihat sejumlah lubang menganga di beberapa titik badan jalan. Saat hujan turun, lubang-lubang tersebut tertutup air sehingga sulit dikenali pengendara, terutama pengendara sepeda motor. Kondisi ini dinilai sangat membahayakan keselamatan pengguna jalan.

“Kalau hujan itu tidak kelihatan lubangnya, banyak pengendara motor hampir jatuh. Sudah sering terjadi kecelakaan kecil di sini,” ujar Ahmad, warga sekitar yang setiap hari melintasi Jalan Lingkar Timur, menurut warga, kerusakan jalan bukan terjadi dalam waktu singkat. Kondisi tersebut sudah berlangsung berbulan-bulan tanpa ada perbaikan yang signifikan. Upaya tambal sulam yang pernah dilakukan dinilai tidak maksimal karena hanya bertahan sementara dan kembali rusak saat hujan deras.“Pernah ditambal, tapi cuma sebentar. Setelah hujan deras, ya rusak lagi.
Seolah-olah dibiarkan begitu saja,” keluh Sulastri, pengguna jalan lainnya.
Selain membahayakan keselamatan, kerusakan Jalan Lingkar Timur juga berdampak pada aktivitas ekonomi dan kelancaran lalu lintas. Jalan ini diketahui menjadi jalur utama kendaraan berat, angkutan barang, serta akses menuju kawasan industri. Akibat jalan berlubang, arus kendaraan kerap tersendat dan memicu kemacetan, terutama pada jam sibuk, pengendara kendaraan roda empat pun tak luput dari dampak kerusakan tersebut.

Beberapa sopir mengaku harus mengeluarkan biaya tambahan akibat kerusakan kendaraan, seperti ban pecah dan suspensi bermasalah.
“Kendaraan cepat rusak, apalagi kalau sering lewat sini. Padahal ini jalan utama, bukan jalan kecil,” kata Rudi, sopir truk yang kerap melintas di jalur tersebut.
Warga berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera turun tangan melakukan perbaikan menyeluruh, bukan sekadar tambal sulam. Mereka menilai kondisi jalan yang rusak parah ini mencerminkan kurangnya perhatian terhadap infrastruktur publik yang seharusnya menjadi prioritas, “Kalau dibiarkan terus, nanti baru bertindak setelah ada korban. Jangan tunggu sampai ada kecelakaan fatal,” tegas seorang warga.
Hingga berita ini diturunkan, belum terlihat adanya aktivitas perbaikan di sepanjang ruas Jalan Lingkar Timur yang rusak. Warga pun berharap adanya kejelasan dan langkah nyata dari instansi berwenang agar akses vital tersebut kembali aman dan nyaman dilalui.
TW






