SAAT NYAWA JADI TARUHAN, MARINIR TNI AL DAN USMC ASAH KEMAMPUAN TCCC DI MEDAN TEMPUR

Terasistana.id, Jakarta

 

*Dispen Kormar TNI Angkatan Laut (Pesawaran Lampung)*.

Korps Marinir TNI Angkatan Laut bersama United States Marine Corps (USMC) terus mengasah kemampuan tempur melalui Latihan Bersama Platoon Exchange (Latma Platex) Tahun 2026. Salah satu kemampuan yang mendapat perhatian serius adalah Tactical Combat Casualty Care (TCCC) atau penanganan korban di medan tempur.

Latihan TCCC tersebut digelar di Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung, Kamis (13/8/2026). Materi ini menjadi bagian penting dalam membentuk prajurit yang mampu memberikan pertolongan medis secara cepat dan tepat ketika terjadi korban dalam situasi operasi.

Dalam latihan tersebut, sebanyak 169 prajurit terlibat, terdiri dari 109 personel Korps Marinir TNI AL dan 60 personel USMC. Tidak hanya menerima teori, para prajurit langsung dihadapkan pada simulasi kondisi medan tempur. Mereka dituntut mampu memberikan tindakan pertolongan pertama, menentukan prioritas penanganan korban, serta mengambil keputusan dalam waktu singkat di tengah tekanan situasi operasi.

Latma Platex 2026 berlangsung pada 12 hingga 28 Agustus 2026. Selain TCCC, latihan juga mencakup Tactical Communication, sUAS Integration, Combat Marksmanship, Scout Signature Management, Point Man Course, Military Operations on Urban Terrain (MOUT), Jungle Survival dan Jungle Operations, hingga Full Mission Profile (FMP) terintegrasi.

Pelaksanaan latihan tersebut diikuti oleh personel Batalyon Infanteri 7 Marinir di bawah pimpinan Komandan Batalyon Infanteri 7 Marinir Letkol Mar Muhammad Kristian Widiantoro, M.Tr.,Opsla selaku Dansatgas Platex 2026, bersama personel USMC/I MEF/MRF-D. Kegiatan dilaksanakan sebagai bagian dari rangkaian Latma Platex 2026 yang berfokus pada peningkatan kemampuan dan keterampilan prajurit dalam taktik operasi darat.

Seluruh rangkaian latihan diarahkan untuk meningkatkan kemampuan prajurit hingga tingkat peleton dalam melaksanakan taktik operasi darat. Pertukaran pengalaman antara Marinir TNI AL dan USMC diharapkan semakin memperkuat interoperabilitas serta kemampuan medis tempur sebagai bagian penting dalam mendukung keselamatan dan keberhasilan tugas di medan operasi.

NP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *