Jakarta – Sebuah media nasional PorosDemokrasi yang dikenal aktif mengkritik sejumlah pejabat berinisial X kembali menghadapi tekanan serius.
Dalam beberapa bulan terakhir, redaksi melaporkan serangkaian intimidasi, mulai dari perusakan situs web hingga teror paket pembayaran di tempat (COD) bernilai puluhan juta rupiah yang dikirimkan kepada para jurnalisnya.
Pimpinan redaksi menyatakan bahwa seluruh pemberitaan telah disusun sesuai kaidah jurnalistik, mencantumkan narasumber, serta membuka ruang hak jawab. Namun, tekanan tetap terjadi.
Sejumlah jurnalis bahkan dihubungi oleh pihak berinisial B yang mengaku sebagai perwakilan dari sosok berinisial X dan meminta agar beberapa berita diturunkan, Jakarta 13 Februari 2026.

Permintaan tersebut tidak dipenuhi karena redaksi menilai laporan mereka berdasar fakta. Tak lama setelah penolakan, serangan digital meningkat.
Situs media tersebut beberapa kali tidak dapat diakses akibat serangan siber. Selain itu, jurnalis menerima berbagai bentuk teror yang dinilai sebagai upaya membungkam kerja pers.
Dalam pernyataan sebelumnya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa kritik terhadap pemerintah merupakan bagian penting dari demokrasi dan diperlukan untuk kemajuan bangsa.
Namun, ia juga mengingatkan adanya oknum yang berpotensi merusak nilai demokrasi itu sendiri.
Redaksi media tersebut menyayangkan masih adanya upaya pemberedelan yang dinilai sebagai kemunduran bagi negara demokratis. Mereka menegaskan bahwa kritik adalah bentuk kepedulian rakyat terhadap negara, bukan ancaman.
Aspirasi publik seharusnya dirangkul melalui dialog terbuka, bukan dibungkam melalui intimidasi.
Para jurnalis menilai bahwa kebebasan pers merupakan fondasi penting bagi kesejahteraan masyarakat. Jika suara kritis terus diserang, mereka khawatir lonceng kematian demokrasi perlahan akan berdentang.






