Terasistana.id, Jakarta
TANGERANG —
Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Garut, Rusdedy, menjadi narasumber dalam Pelatihan Pembelajaran Pertanian Regeneratif yang diselenggarakan Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan Indonesia (Poltekimipas) bersama Yayasan Inisiatif Indonesia Biru Lestari (WAIBI), Jumat (6/11/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Rusdedy membawakan materi Pengamatan Bentang Alam serta Pohon dan Transaksi Energi. Kedua materi disampaikan melalui penjelasan sederhana dan contoh kehidupan sehari-hari agar peserta lebih mudah memahami hubungan antara lahan, tanah, air, vegetasi, dan aktivitas manusia.
Pada materi pengamatan bentang alam, Rusdedy menekankan pentingnya memahami kondisi lokasi sebelum menentukan pemanfaatannya. Peserta diajak memperhatikan bagian lahan yang tinggi dan rendah, kemiringan, penutup tanah, jejak aliran air, serta keberadaan bangunan dan jalur kegiatan.
Pendekatan tersebut menjadi bekal awal untuk merencanakan kegiatan pertanian yang sesuai dengan kondisi lapangan. Dalam konteks pemasyarakatan, pemanfaatan lahan untuk pembinaan produktif juga perlu mempertimbangkan kelestarian lingkungan, akses petugas, dan kebutuhan pengawasan.

Sementara itu, materi pohon dan transaksi energi mengajak peserta memahami peran pohon dalam menangkap energi matahari, membentuk naungan, memengaruhi tata air, mengurangi terpaan angin, serta mendukung kehidupan tanah. Contoh yang digunakan antara lain keteduhan pohon di halaman, pemanfaatan daun gugur sebagai bahan organik, dan kebutuhan cahaya tanaman di bawah tajuk.
Pembelajaran juga berlangsung melalui praktik lapangan. Para taruna mengikuti pengamatan kondisi lahan dan praktik penggunaan alat sederhana berbentuk bingkai A untuk mengenali titik-titik dengan ketinggian yang sama sebagai dasar memahami kontur.

Perpaduan pembelajaran di ruang kelas dan praktik langsung memberikan kesempatan kepada peserta untuk menghubungkan pengetahuan dengan kondisi nyata. Peserta dilatih mengamati secara teliti, mencatat temuan berdasarkan bukti, serta membedakan fakta yang terlihat dengan dugaan yang masih perlu diperiksa.
Melalui kegiatan ini, para taruna diharapkan memiliki bekal untuk mengembangkan pembinaan pertanian yang produktif dan memperhatikan keberlanjutan lingkungan. Keterlibatan Kalapas Garut turut menjadi ruang berbagi pengetahuan mengenai keterkaitan pengelolaan lingkungan dengan kebutuhan pembinaan di lembaga pemasyarakatan.
Keterangan foto: Kepala Lapas Kelas IIA Garut, Rusdedy, menyampaikan materi Pengamatan Bentang Alam kepada peserta Pelatihan Pembelajaran Pertanian Regeneratif di Poltekimipas, Tangerang, Jumat (6/11/2026).
NP







