Terasistana.id, Jakarta
Dispen Kormar TNI Angkatan Laut (Malang).
Di balik khidmatnya tradisi pembaretan, terselip momen penuh kehangatan dan kekeluargaan ketika Panglima Korps Marinir (Pangkormar) Letnan Jenderal TNI (Mar) Dr. Endi Supardi, S.E., M.M., M.Tr.Opsla., CHRMP., CRMP., menyapa dan berinteraksi langsung dengan para orang tua prajurit yang hadir menyaksikan penyematan Baret Ungu kepada 752 prajurit Bintara dan Tamtama Remaja Korps Marinir Angkatan 46 Gelombang 1, Pendidikan Komando (Dikko) Angkatan 180, di Pantai Baruna, Malang Selatan, Jawa Timur, Senin (12/10/2026).

Di tengah suasana penuh kebanggaan, Pangkormar menunjukkan kepemimpinan yang hangat dan humanis. Tanpa sekat formalitas, Pangkormar membangun komunikasi akrab dengan para orang tua yang hadir menyaksikan keberhasilan putra-putra mereka. Momen tersebut mencerminkan kuatnya ikatan kekeluargaan antara pimpinan, prajurit, dan keluarga besar Korps Marinir.
Bagi para orang tua, pembaretan bukan sekadar prosesi militer, melainkan buah dari penantian panjang, pengorbanan, dan doa yang tak pernah terputus. Kebanggaan terpancar ketika menyaksikan putra-putra mereka berdiri tegak mengenakan Baret Ungu sebagai simbol kehormatan, keberanian, dan tanggung jawab pengabdian kepada bangsa dan negara.

Sebanyak 752 prajurit, terdiri dari 453 Bintara Remaja dan 299 Tamtama Remaja, resmi menyandang Baret Ungu setelah menuntaskan rangkaian pendidikan dan latihan yang menguji ketahanan fisik, mental, disiplin, serta semangat juang. Keberhasilan tersebut menjadi awal tanggung jawab besar sebagai prajurit petarung Korps Marinir.
Dalam kesempatan tersebut, Pangkormar menegaskan bahwa setiap prajurit harus senantiasa siap ditempatkan dan ditugaskan di mana pun negara membutuhkan, termasuk wilayah perbatasan, pulau-pulau terluar, maupun berbagai medan penugasan lainnya. Kesiapan tersebut harus dilandasi profesionalisme, loyalitas, disiplin, serta komitmen menjaga kehormatan Korps Marinir demi keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kehadiran Pangkormar di tengah keluarga prajurit sekaligus menegaskan bahwa kekuatan Korps Marinir tidak hanya bertumpu pada ketangguhan tempur, tetapi juga pada soliditas, kebersamaan, serta doa dan dukungan keluarga yang menjadi sumber kekuatan moral dalam setiap pengabdian.
Korps Marinir menyatakan akan terus memperkuat pembinaan personel, hubungan antara pimpinan dan prajurit, serta keterlibatan keluarga dalam mendukung pelaksanaan tugas.
Tradisi pembaretan di Pantai Baruna pun menjadi momentum yang mempertemukan kebanggaan keluarga, kepedulian pimpinan, dan tekad pengabdian 752 prajurit muda. Di balik tegaknya seorang prajurit Baret Ungu, terdapat doa orang tua yang tak pernah berhenti, serta amanah besar untuk senantiasa menjaga kehormatan Korps Marinir dan kedaulatan NKRI.
Git – Red







