Terasistana.id, Jakarta .
JAKARTA, 4 Oktober 2026 — Pelantikan Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) menandai dimulainya fase baru kepemimpinan di tubuh Korps Bhayangkara.
Suyudi resmi dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis, 1 Oktober 2026. Pelantikan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 96/POLRI Tahun 2026. Dalam kesempatan yang sama, Suyudi memperoleh kenaikan pangkat menjadi Jenderal Polisi dan menggantikan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.
Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1994 ini lahir di Pandeglang, Banten, pada 14 Juli 1973. Sebelum dipercaya menduduki posisi tertinggi di institusi Polri, Suyudi menempuh perjalanan panjang melalui berbagai penugasan, terutama di bidang reserse dan operasional kepolisian.
Meniti Karier dari Lapangan
Karier Suyudi banyak dibentuk melalui pengalaman di bidang penyelidikan dan penegakan hukum. Sejumlah posisi strategis pernah diembannya, termasuk di jajaran Polda Metro Jaya dan sejumlah kewilayahan.
Pengalaman tersebut kemudian membawanya dipercaya menduduki berbagai jabatan pimpinan, termasuk sebagai Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Wakapolda Metro Jaya, hingga Kapolda Banten.
Pada Agustus 2025, Suyudi dipercaya Presiden Prabowo Subianto menjadi Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia. Jabatan tersebut menjadi salah satu fase penting dalam perjalanan kariernya sebelum kemudian dipercaya memimpin Polri.
Dari BNN hingga Puncak Kepemimpinan Polri
Selama memimpin BNN, Suyudi menghadapi tantangan pemberantasan peredaran narkotika yang semakin kompleks, termasuk kejahatan lintas negara.
Salah satu pengungkapan besar yang berlangsung pada periode tersebut adalah keberhasilan pengungkapan jaringan penyelundupan narkotika internasional dengan barang bukti sekitar dua ton sabu yang disebut bernilai sekitar Rp5 triliun.
Perjalanan panjang tersebut akhirnya mengantarkan Suyudi ke posisi Kapolri.
Sebelum pelantikan, pencalonannya sebagai Kapolri telah melalui proses di DPR RI. Suyudi mengikuti uji kepatutan dan kelayakan di Komisi III DPR RI, kemudian memperoleh persetujuan dalam rapat paripurna.
Amanah Baru untuk Polri
Sebagai Kapolri, Suyudi menyatakan akan memperkuat pelayanan publik, penegakan hukum yang adil, serta kedekatan Polri dengan masyarakat.
Langkah awal yang disampaikannya adalah melakukan konsolidasi internal sekaligus mengevaluasi berbagai program yang telah berjalan.
Pesan tersebut menjadi bagian penting dari tantangan kepemimpinan baru Polri: bagaimana menjaga profesionalitas institusi, memperkuat kepercayaan publik, serta memastikan pelayanan dan penegakan hukum berjalan secara transparan, berkeadilan, dan bertanggung jawab.
Pergantian kepemimpinan itu kemudian dilanjutkan dengan serah terima Panji-panji Polri Tribrata dari Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo kepada Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto di Lapangan Bhayangkara, Jakarta, pada 2 Oktober 2026. Momentum tersebut menandai dimulainya secara resmi kepemimpinan Suyudi dalam mengemban amanah sebagai Kapolri.
Dengan pengalaman panjang di bidang reserse, kewilayahan, hingga pemberantasan narkotika, perjalanan Suyudi kini memasuki babak baru.
Di pundaknya, terdapat tanggung jawab besar untuk memimpin institusi Polri dalam menghadapi dinamika keamanan yang semakin kompleks, sekaligus menjawab harapan masyarakat terhadap kepolisian yang profesional, humanis, transparan, dan hadir untuk memberikan rasa aman serta pelayanan terbaik.
(drt)






