Terasistana.id, Jakarta
Jakarta,
29/09/2026.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia Airlangga Hartato didampingi oleh Yanti Airlangga lakukan silaturahmi kepada mantan Tenaga Kesehatan Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran Jakarta Pusat pada Kamis (06/4/2023).
Silaturahmi dilakukan sebagai bentuk apresiasi dari Airlangga yang juga Menko Perekonomian dan Yanti Airlangga yang saat itu sebagai Ketua IIPG ( Ikatan Istri Partai Golkar) kepada mantan tenaga kesehatan yang telah berjuang dalam menangani pandemi Covid-19 di RSDC Wisma Atlet Kemayoran.
Dikutib redaksi pada Selasa (29/09/2026) Para mantan tenaga kesehatan tersebut juga memberikan cerita dan pengalaman mereka selama bertugas di tengah pandemi Covid-19.
“Saya pernah menjadikan RSDC sebagai indikator Covid naik atau turun,tergantung jumlah pasien yang masuk di Wisma Atlet ini. Totalnya seingat saya sekitar,136 ribu dan puncaknya saat varian Delta sebanyak 7200 dari 12 ribu kapasitas. Setiap minggu saya monitoring RSDC, bahkan setiap harian,”kenang Airlangga saat sebagai Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN).
Airlangga yang saat itu masih menjadi Ketua Umum Partai Golkar juga menyatakan berterima kasih kepada para relawan,perawat dan dokter selama penanganan pandemi Cocid-19 lalu. “Saya minta maaf juga karena dalam dua kali penghargaan Covid RSDC tidak dapat. Namun induknya dapat yakni Kodam Jaya dapat penghargaan. RSDC ini bagian dari Kodam Jaya. Saya juga sampaikan ke Pangdam-nya untuk juga memberikan sertifikat ke seluruh relawan yang ada di sini,”ungkap Airlangga.
Bagi Airlangga,adalah suatu hal yang luar biasa,karena Indonesia menangani Covid-19 dengan RSDC.
“Dulu kita mau balapan dengan China, yang berapa hari bisa Bangun rumah sakit dengan ribuan kamar. Namun kita dalam berapa hari dapat 12 ribu kamar di Wisma Atlet ini dan yang luar biasa karena ada relawan yang siap. Kita berhasil menangani pandemi ini karena ada relawan,”tutur Airlangga.
Bagi Airlangga penanganan Covid-19 terutama di awal,dan saat varian Delta, menjadi pengalaman yang sangat berharga. Pasalnya yang dihadapi saat itu adalah penyakit “gelap” karena ketidaktahuan namun akhirnya bisa diatasi. “Alhamudillah dengan kerja bersama,kita bisa menyetop pandemi itu Desember tahun lalu. Indonesia dengan zero survei,kekebalannya saat ini sudah 99 persen. Ini karena vaksinasi yang sudah 440 juta dan adanya natural herd immunity,”kata Airlangga.
Airlangga juga memuji Kolonel Laut Muhammad Arifin atau Pak Cobra yang mampu mengkoordinasikan relawan dalam penanganan pandemi ini di lapangan. “Tentunya partai Golkar juga melakukan pengabdian pada masyarakat dan melakukan pelayanan publik dan ini merupakan kewajiban yang harus kami lakukan,” ungkap Airlangga.
Kolonel Laut Muhammad Arifin mantan Komandan Lapangan RSDC Wisma Atlet atau yang lebih di kenal Komandan Cobra beserta para mantan tenaga kesehatan yang hadir dalam kegiatan ini menyambut hangat dan merasa terharu dengan adanya silaturahmi ini. Mereka mengapresiasi tindakan dari Airlangga dan Yanti Airlangga dalam memberikan bantuan dan perhatian kepada para relawan.
“Kami sangat bersyukur atas adanya kegiatan ini. Kami berterima kasih atas bantuan dan perhatian yang diberikan oleh IIPG kepada para relawan,”ujar Kolonel Muhammad “Cobra” Arifin,mantan Komandan Lapangan RSDC Wisma Atlet yang kini sebagai Komandan Rumkital Marinir Cilandak.
Git-Red.












![Wamendagri Ribka Haluk Minta Pemda Sinkronisasi Anggaran Wamendagri Ribka Haluk Minta Pemda Sinkronisasi Anggaran Terasistana.id Jakarta – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk meminta pemerintah daerah (Pemda) yang melaksanakan Pemungutan Suara Ulang (PSU) untuk melakukan sinkronisasi kesiapan anggaran dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), serta aparat keamanan TNI/Polri di daerah masing-masing. Ribka menyampaikan, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian dalam rapat pimpinan telah menekankan pentingnya kesiapan pendanaan PSU. “Kami sekali lagi melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah dalam hal ini provinsi, kabupaten, kota, untuk memastikan ketersediaan dana untuk persiapan Pilkada untuk provinsi, kabupaten, dan kota,” kata Ribka saat memimpin Rapat Kesiapan Pendanaan Pilkada pada Daerah yang Melaksanakan PSU di Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), dikutip dari teropongistana.com Jakarta, Selasa (4/3/2025). Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari Rapat Kerja (Raker) dan Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Komisi II DPR RI pada Kamis (27/2/2025) lalu. Fokus utama pembahasan adalah memastikan kesiapan anggaran PSU sesuai dengan Undang-Undang (UU) Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada. “Hari ini kita hanya memastikan tingkat koordinasi kami sampai sejauh mana, kemudian sumber-sumber pembiayaannya. Mungkin nanti, besok atau lusa kita coba gelar rapat dengan pemerintah daerah setempat,” terangnya. Lebih lanjut, Ribka menegaskan bahwa pendanaan PSU terutama bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) perubahan. Anggaran dapat dialokasikan dari Belanja Tidak Terduga (BTT), Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA), serta sisa dana KPU di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. “Jadi yang harus kita pastikan adalah dana, penyediaan dana untuk KPU, Bawaslu, dan pihak keamanan, keamanan dalam hal ini TNI dan Polri. Kemudian perubahan NPHD (Naskah Perjanjian Hibah Daerah)-nya. Saya dengar kemarin ada presentasi KPU RI itu ada sisa-sisa dana di sana, ini ditambah dengan pos-pos lain,” terangnya. Untuk memastikan kesiapan anggaran dan memperoleh pembaruan informasi, Kemendagri akan melakukan peninjauan langsung ke daerah yang menyelenggarakan PSU. Ribka menekankan, Pemda harus merasionalisasi skema pendanaan yang ada dan mengalokasikan anggaran secara efektif. “Saya pikir di [proses] efisiensi yang sekarang, barangkali mungkin ada dana-dana yang sudah tersedia. Bagaimana kita dorong teman-teman di daerah supaya mungkin bisa menggunakan dana-dana yang tidak digunakan atau kegiatan-kegiatan yang tidak dilaksanakan. Nah ini yang mungkin coba kita cari skemanya,” tandasnya. Terakhir, Ribka menegaskan, Kemendagri terus mendorong Pemda agar berkoordinasi erat dengan KPU, Bawaslu, serta TNI/Polri di daerah masing-masing guna memastikan pendanaan PSU berjalan sesuai ketentuan dan putusan Mahkamah Konstitusi (MK).](https://terasistana.id/wp-content/uploads/2025/03/IMG-20250304-WA0107-300x178.jpg)
Solid platform with a lot of excitement. I appreciate the frequent updates and new game additions. Check vnnohu777