TNI AU Laksanakan Modifikasi Cuaca Dukung Penanganan Kekeringan dan Kabut Asap di Kalimantan

Terasistana.id, Jakarta

 

Palangka Raya,

11/09/2026.

TNI Angkatan Udara bersama tim gabungan terus melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk mendukung penanganan kondisi kering dan kabut asap di sejumlah wilayah Kalimantan. Hingga Kamis (10/9/2026),operasi telah mencapai 69 sorti dengan total 56.800 kilogram Natrium Klorida (NaCl) yang telah disemai.

Dalam operasi tersebut,TNI AU mengoperasikan pesawat Cassa NC-212 yang direncanakan melaksanakan satu hingga dua sorti setiap hari,dengan waktu penerbangan menyesuaikan potensi awan hujan dan kondisi cuaca. Pesawat tersebut juga memiliki fungsi operasional lainnya, termasuk mendukung pergeseran pasukan dan logistik.

Danlanud Iskandar Letkol Pnb Nugroho Tri Widyanto,M.Han., didampingi Kapten Pnb Irvan Fajar Achmadi S.Tr.(Han).,selaku pilot Cassa NC-212 TNI AU,menjelaskan bahwa kesiapan operasi disesuaikan dengan kondisi penerbangan, termasuk visibilitas. Setelah hujan, visibilitas dapat mencapai sekitar 5.000 hingga 6.000 meter,sedangkan dalam kondisi tertentu berada di kisaran 3.000 meter atau lebih rendah.

Kesiapan kru turut menjadi perhatian melalui pengaturan waktu istirahat dan batas jam terbang. Sementara itu, bahan penyemaian yang bersifat korosif ditutup menggunakan plastik untuk mengurangi risiko korosi pada pesawat dan menjaga usia pakainya.

Dari pelaksanaan OMC sebelumnya, hujan telah terjadi di wilayah Barito, Kapuas,dan Kota Palangka Raya selama tiga hari berturut-turut dengan intensitas kecil hingga sedang. Kondisi tersebut memberikan manfaat bagi masyarakat di wilayah terdampak.

Secara keseluruhan,69 sorti terdiri dari 17 sorti menggunakan pesawat Cassa TNI AU dan 52 sorti menggunakan pesawat Caravan dari BNPB. Dari total 56.800 kilogram NaCl yang telah disemai,kontribusi pesawat Cassa TNI AU mencapai 7.300 kilogram.

Melalui OMC secara terkoordinasi, TNI AU terus mendukung upaya penanganan dampak kekeringan dan kabut asap di wilayah Kalimantan dengan menjaga kesiapan personel, kru,dan pesawat agar operasi dapat berlangsung aman,efektif,dan berkelanjutan.

Git-Red.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *