Terasistana.id, Jakarta
*Dispen Kormar TNI Angkatan Laut (Lampung)*.
Dentuman mortir menggema di kawasan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, Lampung. Suara tembakan bersahutan saat prajurit peserta Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Super Garuda Shield (SGS) ke-V Tahun 2026 melaksanakan latihan menembak mortir dan tembak lorong reaksi, Selasa, (01/09/2026).

Latihan yang menjadi bagian dari rangkaian Field Training Exercise (FTX) SGS 2026 ini melibatkan delegasi dari sejumlah negara peserta. Dalam latihan menembak mortir, prajurit dituntut mengedepankan ketelitian, kecepatan, dan ketepatan dalam menentukan sasaran.m
Panglima Korps Marinir (Pangkormar) Letnan Jenderal TNI (Mar) Dr. Endi Supardi, S.E., M.M., M.Tr.Opsla., CHRMP., CRMP., mengatakan latihan bersama tersebut menjadi momentum penting untuk meningkatkan kemampuan dan kesiapan prajurit. Latihan ini sekaligus memperkuat kerja sama serta interoperabilitas antara TNI dan pasukan negara peserta.

Selain menembak mortir, prajurit juga mengasah naluri dan reaksi melalui tembak lorong reaksi. Kecepatan mengambil keputusan, ketepatan tembakan, komunikasi, serta koordinasi menjadi faktor penting dalam latihan. Panglima Korps Marinir menegaskan, kesamaan prosedur dan pemahaman menjadi modal penting dalam mendukung keberhasilan operasi bersama.
Latgabma SGS ke-V Tahun 2026 berlangsung pada 31 Agustus hingga 11 September mendatang, dengan melibatkan 4.743 personel dari 21 negara. Latihan ini tidak hanya menguji kemampuan militer, tetapi juga memperkuat kemitraan strategis dan interoperabilitas antarnegara dalam mendukung perdamaian serta stabilitas kawasan Indo-Pasifik.
NP








