PASCAGEMPA NTT, TANGIS BERUBAH JADI TAWA, MARINIR HADIR PULIHKAN KECERIAAN ANAK PENGUNGSI

Terasistana.id, Jakarta

 

*Dispen Kormar TNI Angkatan Laut (Manggarai, NTT)*.

Memasuki hari ke-14 pascagempa yang mengguncang Nusa Tenggara Timur pada 15 Agustus 2026, tangis dan kesedihan perlahan berubah menjadi tawa. Di tengah keterbatasan kehidupan di pengungsian, anak-anak korban gempa kembali menemukan keceriaan melalui kegiatan trauma healing yang digelar Satgas Penanggulangan Bencana (Gulbencal) Korps Marinir TNI Angkatan Laut.

Kegiatan trauma healing tersebut dikemas melalui berbagai perlombaan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Ke 81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang dilaksanakan di Poskout SDIK Kedindih, Kelurahan Wangkung, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, NTT, Jumat, 28 Agustus 2026. Sorak-sorai dan tawa anak-anak pun kembali terdengar, menghadirkan suasana penuh harapan di tengah masa pemulihan pascabencana.

Trauma healing ini bertujuan membantu memulihkan kondisi psikologis anak-anak pengungsi, mengurangi rasa takut dan kecemasan akibat pengalaman bencana, serta mengembalikan rasa aman dan keceriaan mereka setelah hampir dua pekan berada di tempat pengungsian. Melalui permainan dan kebersamaan, para prajurit Marinir berupaya mengajak anak-anak kembali tersenyum dan perlahan bangkit dari trauma yang dialami.

Komandan Satgas Gulbencal Korps Marinir, Letkol Marinir Achmad Muntohar, S.Hub.Int., CACA., NCRMP, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari peringatan Hari Kemerdekaan RI, tetapi juga menjadi wujud kepedulian dan kehadiran negara bagi masyarakat terdampak bencana. Bersama Wakil Komandan Satgas, Letkol Laut (K) drg. Puthut Kuncara Adhi, Sp.Perio., M.Tr.Opsla., Satgas Gulbencal Korps Marinir terus berupaya memberikan dukungan moril kepada masyarakat, khususnya anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.

Sejalan dengan semangat Indonesia Tangguh, Panglima Korps Marinir (Pangkormar) Letnan Jenderal TNI (Mar) Dr. Endi Supardi, S.E., M.M., M.Tr.Opsla., CHRMP., CRMP. menegaskan bahwa Korps Marinir akan senantiasa hadir bersama rakyat, terutama dalam situasi sulit dan masa-masa pemulihan pascabencana. Bagi prajurit Marinir, membantu masyarakat bukan hanya tentang mengevakuasi dan membangun kembali yang rusak, tetapi juga menghadirkan harapan, menguatkan hati, serta menjaga senyum anak-anak Indonesia agar tetap menyala untuk masa depan bangsa.

NP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *