Terasistana.id, Jakarta
Jakarta,
24/08/2026.
Satuan Siber (Satsiber) TNI menggelar kompetisi “Rise The Ranger 2 Cyber Competition 2026” untuk menjaring kemampuan siber masyarakat sipil. Kompetisi digelar di Gelanggang Olahraga (Gor) Ahmad Yani,Markas Besar TNI, Cilangkap,Jakarta Timur,pada 23-24 Agustus 2026.
Kompetisi diikuti 543 tim,terdiri dari umum dan mahasiswa,yang terbagi dalam tiga kategori lomba,antara lain attack defense,digital forensics,dan incident response. Dari daftar pemenang kompetisi tersebut, Satsiber TNI kemudian menghimpun data untuk direkrut memperkuat satuan-satuan siber di TNI.
“Kami sudah buat data,lulusan dari kampus mana,S2, S1,SMK juga ada. Kemudian kami cek,apa kemampuan yang dimiliki,sertifikasinya apa, portofolionya apa,pengalaman kerja ada atau tidak. Habis itu nanti kami ada tahapan seleksi, baik kemampuan secara akademik maupun keterampilan,”kata Komandan Satsiber TNI Brigjen J.O. Sembiring kepada awak media di Gor Ahmad Yani, Mabes TNI,pada Senin (24/08/2026).
Nantinya,warga sipil yang direkrut untuk memperkuat Satsiber TNI akan terlebih dulu menjalani pendidikan Perwira Prajurit Karier Siber (Pa PK Siber) dan Bintara bidang siber. Selain lewat kompetisi,Satsiber TNI juga akan melaksanakan perekrutan melalui pengumuman di laman dan media sosial.
“Tahun lalu ada 2.000 orang (yang mendaftar). Nanti kami asesmen dulu, yang masuk asesmen akan mengikuti tahapan (seleksi),kecuali yang lomba ini mereka langsung masuk ke pusat nanti,”kata Dansatsiber TNI.
Pada 2025,Satsiber TNI menampung 50 prajurit siber. Untuk tahun ini, Sembiring berharap ada penambahan kuota. “(Perekrutan) tahun ini tergantung dari perintah oleh Srenum (Kebijakan Strategis dan Perencanaan Umum TNI),tapi kalau kami berharap bisa meningkat,”ujar Sembiring.
Untuk tahun lalu,calon prajurit siber TNI menjalani pendidikan satu bulan. Namun,lama pendidikan akan dievaluasi terus. “Mereka hanya satu bulan dididik untuk tahun lalu. Tapi nanti terus dievaluasi oleh Spers (Staf Personel TNI) untuk (lama) pendidikannya. Yang pasti kami harus mendeteksi bagaimana mental ideologi,kejuangan harus kuat, termasuk psikologi. Ini mungkin yang menjadi syarat utama,selain dari kemampuan teknis,”kata Sembiring.
Git-Red.






