Jejak Sejarah yang Mengubah Dunia, Danpasmar 2 Telusuri Kapal Legendaris di Hawaii

Terasistana.id, Jakarta

 

Dispen Kormar TNI AL (Hawaii).

Komandan Pasmar 2 (Danpasmar 2) Mayor Jenderal TNI (Mar) Dr. Oni Junianto, S.A.P., M.M., M.Tr.Opsla., didampingi Wakil Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Laut (Waasops Kasal) Laksamana Pertama TNI Mochammad Riza dan Kapuskodal TNI AL Kolonel Laut (P) Rio Henrymuko mengunjungi Monumen U.S.S. Missouri (BB-63) di Pearl Harbor, Hawaii, Rabu (15/07/2026).

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan delegasi TNI Angkatan Laut di sela pelaksanaan latihan multinasional RIMPAC 2026, sekaligus menjadi momentum untuk mempelajari sejarah maritim dunia dan memperkuat wawasan kepemimpinan bagi para prajurit TNI AL.

U.S.S. Missouri merupakan salah satu kapal tempur paling bersejarah milik Angkatan Laut Amerika Serikat. Kapal perang kelas Iowa ini dikenal sebagai lokasi penandatanganan dokumen penyerahan tanpa syarat Jepang kepada Sekutu pada 2 September 1945, yang secara resmi mengakhiri Perang Dunia II. Kini, kapal tersebut difungsikan sebagai museum terapung dan menjadi salah satu destinasi sejarah maritim paling ikonik di dunia.

Selama berada di atas kapal, Danpasmar 2 beserta rombongan berkeliling meninjau berbagai bagian penting U.S.S. Missouri, mulai dari geladak tempat penandatanganan dokumen bersejarah, ruang komando, ruang navigasi, pusat kendali tempur, hingga berbagai koleksi yang menggambarkan perjalanan panjang kapal tersebut dalam berbagai operasi militer. Kunjungan ini memberikan gambaran mengenai perkembangan teknologi peperangan laut, kepemimpinan, serta nilai-nilai pengabdian yang diwariskan kepada generasi penerus pelaut dan prajurit dunia.

Mayjen TNI (Mar) Dr. Oni Junianto menyampaikan bahwa kunjungan ke U.S.S. Missouri bukan sekadar wisata sejarah, tetapi menjadi sarana pembelajaran yang sangat berharga bagi prajurit TNI AL.

“U.S.S. Missouri merupakan simbol perjalanan sejarah maritim dunia yang mengajarkan arti pengabdian, kepemimpinan, dan perdamaian. Melalui kunjungan ini, kami memperoleh wawasan baru bahwa kekuatan militer tidak hanya diukur dari kemampuan tempur, tetapi juga dari bagaimana sejarah menjadi pelajaran untuk membangun profesionalisme dan menjaga stabilitas kawasan di masa depan,” ujar Danpasmar 2.

NP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *