Buser Bhayangkara74
*Dispen Kormar TNI Angkatan Laut* (Jakarta).
Asisten Komunikasi dan Elektronika Panglima Korps Marinir (Askomlek Pangkormar) Brigjen TNI (Mar) Dr. Wahyudi, S.E., M.Tr.Hanla., M.M., M.Han. menghadiri upacara pembukaan Pelatihan Teknis Operator Unmanned Aerial Vehicle (UAV) Korps Marinir Tahun Anggaran 2026. Asisten Komunikasi dan Elektronika Kepala Staf Angkatan Laut (Askomlek Kasal) Laksamana Pertama TNI Dwi Cahyo Kuncoro yang diwakili oleh Wakil Asisten Komunikasi dan Elektronika Kepala Staf Angkatan Laut (Waaskomlek Kasal) Laksamana Pertama TNI Dadang Somantri secara resmi membuka Pelatihan Teknis Operator Unmanned Aerial Vehicle (UAV) Korps Marinir Tahun Anggaran 2026, di Lapangan Trisula Kesatrian Marinir Cilandak, Jakarta Selatan, Senin (6/7/2026).

Dalam amanat tertulisnya yang dibacakan Waaskomlek Kasal, Askomlek Kasal menegaskan bahwa perkembangan teknologi militer di era modern berlangsung sangat pesat. Medan pertempuran saat ini tidak lagi hanya mengandalkan kekuatan personel dan persenjataan konvensional, tetapi juga ditentukan oleh penguasaan teknologi, khususnya pesawat tanpa awak (Unmanned Aerial Vehicle/UAV) yang telah menjadi elemen strategis dalam mendukung keberhasilan operasi militer.
Menurutnya, UAV berperan sebagai mata dan telinga taktis satuan dalam melaksanakan pengintaian sasaran, pemantauan wilayah, serta perolehan data intelijen secara real-time. Oleh karena itu, kemampuan mengoperasikan dan memanfaatkan teknologi UAV menjadi salah satu kompetensi yang harus dimiliki prajurit Korps Marinir dalam menghadapi tantangan operasi yang semakin kompleks.

Kegiatan ini bertujuan membentuk prajurit Korps Marinir yang profesional, responsif, dan adaptif dalam mengoperasikan teknologi penerbangan taktis. Selain dibekali kemampuan mengoperasikan UAV untuk mendukung operasi darat maupun amfibi.
Dalam kesempatan tersebut, Pangkormar melalui Askomlek Pangkormar juga menekankan kepada seluruh peserta pelatihan agar mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh, disiplin, dan penuh tanggung jawab. Pangkormar berharap para operator UAV yang dihasilkan mampu menjadi garda terdepan dalam penguasaan teknologi modern, serta dapat mengimplementasikan ilmu yang didapat secara profesional untuk mendukung tugas pokok Korps Marinir sebagai pasukan pendarat amfibi TNI Angkatan Laut.

Diharapkan melalui pelatihan ini, prajurit Korps Marinir semakin siap menguasai teknologi modern sebagai bagian dari penguatan kemampuan tempur TNI Angkatan Laut dalam menghadapi dinamika ancaman masa depan.
NP






