Terasistana.id, Jakarta
Jakarta,
06/07/2026.
Sebuah rekor pelayanan kesehatan pecah di tengah momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-58 Pusat Rehabilitasi Kesehatan Pertahanan (Pusrehabkesan) Kementerian Pertahanan (Kemhan) Republik Indonesia. Rumah Sakit Pusat Pertahanan Negara (RSPPN) mencatatkan lonjakan kunjungan pasien hingga lebih dari 100 persen dalam setahun terakhir. Sinyal kuat bahwa kepercayaan publik terhadap institusi medis pertahanan negara ini tengah berada di titik tertinggi.
”Pada pertengahan 2025,poliklinik kami melayani sekitar 800 sampai 1.000 pasien per hari. Hari ini,angka itu mendobrak lebih dari 2.000 pasien setiap harinya,”ungkap Plt. Kepala Pusat Rehabilitasi Kesehatan Pertahanan (Kapusrehabkeshan) Kemhan,Brigadir Jenderal TNI dr. Sunaryo Kusumo,M.Kes.,Sp.OT., Subsp.P.L. (K),pada Sabtu (04/07/2026).
Brigjen Sunaryo menuturkan,angka 2.000 jiwa per hari ini bukan sekadar deretan statistik mati. Di dalamnya ada detak jantung manusia,ada ribuan harapan kesembuhan,dan kepercayaan penuh dari masyarakat jelata hingga personel pertahanan yang berhasil dirawat oleh tangan- tangan dingin tim medis Rumah Sakit Pusat Pertahanan Negara (RSPPN).
Robotik Medis hingga Duet DSA dan Stem Cell
“Mengapa masyarakat berbondong- bondong datang? Jawabannya,kata dr. Sunaryo,ada pada keberanian RSPPN mengadopsi lompatan teknologi medis mutakhir.
Layanan Digital Subtraction Angiography (DSA) yang dipelopori oleh Letjen TNI (Purn.) Prof. Dr. dr. Terawan Agus Putranto,Sp.Rad(K) RI di rumah sakit ini terbukti menjadi magnet utama bagi pasien yang membutuhkan penanganan stroke dan pembuluh darah tingkat lanjut. Tak puas sampai di situ,RSPPN juga membuka layanan stem cell (sel punca) yang pertumbuhannya berjalan sangat progresif.
Menatap masa depan teknologi medis modern yang tak lepas dari kecerdasan buatan (AI), Kapusrehab membocorkan strategi besarnya tahun ini. “Tahun ini,sejumlah perangkat robotik akan tiba di rumah sakit kami. Targetnya jelas,kami siap mengeksekusi operasi-operasi berbasis robotik,”tegasnya secara lugas.
Namun,RSPPN tidak melupakan akar budaya bangsa. Di lantai 5 bangunan megah ini,mereka mendirikan Traditional Indonesia-China Medicine (TICM). Sebuah pusat integrasi herbal lokal dan pengobatan alternatif (seperti akupunktur dan tuina) yang dikembangkan langsung lewat kerja sama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM). Di Indonesia,pusat medis hibrida yang memadukan teknologi barat dan timur secara resmi baru ada dua: di UGM dan di RSPPN Kemhan.
Tuk diketahui,Terapi DSA (Digital Subtraction Angiography) yang dipopulerkan oleh Prof. dr. Terawan Agus Putranto sering disebut oleh masyarakat sebagai metode “cuci otak” untuk membantu pemulihan pasien stroke. Dalam praktiknya, prosedur radiologi intervensi ini bertujuan untuk memvisualisasikan pembuluh darah dan memberikan tindakan medis tertentu guna melancarkan aliran darah di otak.
Git-Red.





