Kepala Dinas Pendidkan Dan Kebudayaan hadir Acara pembagian Alat Tulis bagi pelajar kurang Mampu

Terasistana.id, Jakarta

 

Pangkalpinang,

Aperesiasi Terhadap Inti Babel : ” Oke, kami sangat mengapresiasi kegiatan ini yang dilakukan oleh perhimpunan Indonwasia Tionghau, Inti. Kenapa? Karena kegiatan ini sangat bermanfaat pada anak didik kita, karena kita ketahui bersama bahwa tidak semua siswa kita itu siswa yang berada. Jadi ada siswa yang kurang berada, dengan bantuan ini luar biasa.

Kami Dinas Pendidika sangat berterima kasih atas kepedulian yang sampaikan oleh Inti ini, kameranya kita lihat trak record luas biasa, vanyak membantu masyarakat melalui kegiatan – kegiatan sosial yang dilakukannya.” Kepedulian Terhadap dunia Pendidik :

” Intinya kita yang penting kepedulian sosialnya harus terus kita jaga, karena dunia pendidikan atau urusan pendidikan itu tidak hanya bisa bergantung kepada pemerintah. Tapi butuh ukuran tangan kebersamaan kita untuk kita bersama- sama memajukan dunia pendidikan di kota Pangkalpinang, karena yang mempu membantu dengan cara seperti yang dilakukan oleh perhimpunan Inti dan harapan kita masyarakat – masyarakat yang peduli terhadap dunia pendidikan sangat ikut
bersama – sama membantu dalam urusan pendidikan di kota Pangkalpinang,”

Program Penanganan Anak Tidak Sekolah ( ATS) :

” ATS ( Anak Tidal Sekolah) ada, tetapi kita melalui intervensi yang, kita melakukan yang namanya kegiatan program mencari anak- anak putus sekolah itu ATS namanya, anak tidak sekolah. Anak tidak sekolah ka veriabelnya banyak, karena bekerja, macam. Itu kami melakukan inventarisasi bekerja sama dengan PSM ( Peerja Sosial Masyarakat). Karena setiap kelurahan ada PSM – nya, jadi ada 42 PSM yang kami libatkan untuk mengindentifakasi anak- anak yang tidak sekolah,”

” Dan kami tahun ini bekerja sama dengan polsek Gerunggang yang tidak sekolah yang akan kami masukan ke sekolah formal. maupun yang non-formal melalui PKBM paket A, B, C, seperti itu, ”

Data dan Faktor Penyebab : “Sekitar kami dapat data 167(anak ). Tidak semua yang 167 mau sekolah lagi. Kami sudah pendekatan melalui PSM, kami kemarin 68 orang yang kami beasiswa, kami bantu pendidkkannya, kami bantu keuanganny dalam. bentuk beasiswa satu per orang, kami masukan ke paket A, B, C, sesuai strata pendidikannya,”
” Faktornya ekonomi dan broken home. Karena di kita ini kan anak pendatang banyak yang kekurangan masalah ekonomi, itu yang faktor utamanya, ”

Sar BBL

Baca juga

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *