Pos Oksop Yonif 751/VJS Satgas Swasembada Gelar Tradisi Bakar Batu Bersama Warga di Perbatasan

Terasistana.id, Jakarta

 

Oksop,Pegunungan Bintang,

14/04/2026.
Pos Oksop Yonif 751/ Vira Jaya Sakti (VJS) Satgas Swasembada melaksanakan bakar batu bersama masyarakat Kampung
Oksop sebagai wujud kebersamaan
dan kedekatan antara prajurit TNI dan warga di wilayah Perbatasan,pada Selasa (14/04/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Danpos Oksop Yonif 751/VJS Satgas Swasembada,Letda Inf Prio Darma Nasa dan berlangsung dalam suasana hangat,penuh kekeluargaan, serta sarat makna.

Dalam kegiatan ini,prajurit Pos Oksop bersama masyarakat saling bahu membahu mempersiapkan seluruh rangkain bakar batu. Mulai dari menggali lubang untuk tempat pembakaran,membersihkan dan menghilangkan bulu babi,memotong daging,memberikan bumbu,hingga menyusun bahan makanan untuk di masak secara tradisional,seluruhnya dilakukan bersama-sama dengan penuh semangat gotong royong.

Kebersamaan semakin terasa saat seluruh proses di kerjakan tanpa sekat dan tanpa jarak. Prajurit dan masyarakat tampak menyatu dalam setiap tahapan kegiatan,saling membantu dan bekerja sama demi menyukseskan tradisi bakar batu yang menjadi bagian penting dari budaya masyarakat Pegunungan Bintang.

Setelah seluruh proses selesai, hidangan kemudian dinikmati bersama
dalam suasana penuh kehangatan. Momen makna bersama tersebut menjadi gambaran nyata bahwa kehadiran prajurit TNI di tengah masyarakat bukan hanya sebagai penjaga keamanan,tetapi juga sebagai bagian dari kehidupan sosial warga di wilayah Perbatasan.

Danpos Oksop Yonif 751/VJS Satgas Swasembada,Letda Inf Prio Darma Nasa menyampaikan bahwa kegiatan bakar batu bersama ini bukan sekedar tradisi,tetapi juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan emosional antara prajurit dan masyarakat. Menurutnya,melalui kebersamaan seperti ini,kedekatan antara TNI dan rakyat akan semakin kuat dan harmonis.

Kegiatan bakar batu ini tidak hanya menjadi ajang kebersamaan,tetapi juga menjadi bentuk penghormatan terhadap adat dan tradisi lokal.

Git-Red.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *