Temui Anggota DPRD Bandung,Orang Tua Siswa SMAN 5 Dorong Pengusutan Tuntas Pembunuhan

Terasistana.id, Jakarta

 

Bandung,

13/04/2026.
Orang tua siswa SMAN 5 Bandung didampingi Wakil Sekretaris Jenderal Ikatan Alumni ITB, Ilma Mauldhiya Herwandi,menggelar audiensi dengan DPRD Kota Bandung pada Rabu (08/04/2026). Pertemuan ini bertujuan mendorong pengusutan tuntas kasus pembunuhan siswa, Muhammad Fahdly Arjasubrata.
Audiensi berlangsung di ruang Wakil

Ketua I DPRD bersama Toni Wijaya, serta di ruang Badan Musyawarah bersama Wakil Ketua II Edwin Senjaya dan Ketua Komisi IV Iman Lestariyono.
Kasus bermula dari dugaan pengeroyokan yang menewaskan Fahdly di kawasan Cihampelas pada Jum’at malam (13/3/2026) usai kegiatan buka bersama Ramadan.
Korban ditemukan tidak berdaya di jalan dan kemudian dinyatakan meninggal dunia.

Dalam audiensi,pihak keluarga menilai proses hukum belum menunjukkan perkembangan signifikan dan meminta transparansi serta kejelasan penetapan pihak yang bertanggung jawab. Ilma menegaskan pentingnya keterbukaan penanganan,penegakan hukum tanpa pandang bulu,serta menghindari narasi yang menyalahkan korban.

Selain aspek hukum,pertemuan juga menyoroti dugaan lemahnya pengawasan sekolah,indikasi keberadaan kelompok pelajar negatif, serta perlunya evaluasi sistem keamanan dan pembinaan karakter di lingkungan pendidikan.

DPRD Kota Bandung menyatakan komitmen mengawal kasus hingga tuntas dan akan memfasilitasi koordinasi dengan DPRD Provinsi Jawa Barat serta Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat. Meski kewenangan SMA berada di tingkat provinsi,DPRD menilai kasus ini berkaitan dengan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Sejumlah rekomendasi turut disampaikan,antara lain evaluasi pengawasan sekolah,penertiban geng pelajar,penguatan sistem keamanan, serta konsolidasi antar sekolah untuk mencegah konflik.

Audiensi lanjutan direncanakan akan dilakukan dengan Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat guna memperluas penanganan pada level kebijakan. Kasus ini dinilai menjadi alarm serius bagi dunia pendidikan dan menuntut langkah konkret agar kekerasan antar pelajar tidak terulang.

Red.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *