Terasistana.id, Jakarta
Pangkalpinang –
Wali Kota Pangkalpinang, Prof Saparudin, menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban + LKPJ) Tahun Anggaran 2025 dengan sejumlah capaian menarik, mulai dari kinerja keuangan hingga inovasi progam berbasis masyarakat.
Dalam rapat paripurna DPRD, Senin ( 30/3/2026) , Prof Saparudin menegaskana bahwa realisasi pendapatan daerah mencapai Rp. 930,14 meliar atau 93,64 persen dari Rp. 993,29 miliar setelah perubahan anggaran.

” Ini menunjukkan kinerja fiskal kita tetap terjaga, miskin tahun 2025 penuh dinamika, termasuk masa transisi kepemimpinan daerah,” ujar Prof Sapaurdun.
Salah satu hal yang menjadi sorotan adalah capaian Pendapatan Asli Daerah ( PAD) yang justru melampaui target. Dari target Rp. 239,42 milikar, realisasinya mencapai Rp 258,32 miliar atau sebesar 107,89 persen.
Namun di sisi lain pendapatan tranfer dari pusat dan daerah lain belum sepenuhnya optimal meski tetap menjadi penyumbang terbesar dalam sturuktur pendapatan.
Tak hanya soal angka, LKPJ ini juga menampilkan sisi unik pembangunan Kota Pabgkalpinang. Salah satunya adalah program pengelolaan sampah berbasis nasyarakat melalui budaya maggot di Kelurahan Bukit Besar.

Program ini tidak hanya membantu mengatasi persoalan sampah nilai ekonomi tambahan bagi masyarakat.
* melalui kolaborasi dengan CSR, kami dorong inovasi seperti pengelolaan sampah menjadi pupuk dan maggot. Ini langkah kecil, tetapi berdampak besar, ” Jelasnya.
Selain itu, program nasional Makanan Bergizi Gratis ( MBG) juga mulai menujukkan protes. Tercatat 14 Satuan Pelayanan Pemunuhan Gizi ( SPPG) telah mengikuti melayani 59 sekolah serta kelompok rentan seperti berita dan Ibu hamil.
Di bidang sosial, pemerintah kota juga memastikan layanan bagi kelompok rentan tetap berjalan. Sebanyak 40 penyandang disabilitas terlantar, 50 lansia, hingga korban bencana mendapatkan bantuan dan pemenuhan kebutuhan dasar.
Dalam sektor ketertiban pendekatan humanis dilakukan patroli jam belajar malam. Kegiatan ini melibatkan Satpol PP bersama TNI, Polri, dan Kejaksaan untuk menekan aktivitas pelajar di luar rumah pada malam hari.
Hasilnya jumalg pelanggaran oleh pelajar mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.
” Kami ingin membangun bukan hanya fisik, tapi juga karakter generasi muda,”kata Prof Saparudin.
Di bidang ketenagaketjaan, tingkat pengangguran terbuka turun menjadi 5,73 persen dari sebelumnya 5, 98 persen. Pemerintah kota Pangkalpinang mendorong hal ini melalui pelaksanaan job fair yang melibatkan 17 perusahaan.
Sementara itu sektor pariwisata dan ekonomi kreatif juga menggeliat melalui beberapa event seperti Festival Pasir Padi dan Festival Semangat Ekrat yang mendukung olahraga, budaya, dan ekonomi.
Dari sisi pemerintahan, pemkot Pangkalpinang juga melakukan penguatan SDM dengan mengangkat 45 CPNSdan 160 PPPK, serta menata ribuan tenaga honorer.
Atas berbagai capaian tersebut, Pangkalpinang berhasil meraih sejumlah penghargaan, di antaranya opini Wajar Tanpa Pengecualian ( WTP) dari BPK untuk kedelapan kalinya, serta pridikat badan publik Informatif.
Meski demikan, Prof Saparudin mengaku masih terdapat tantangan dalam penyelenggaraan pemerintahan.
” Kami menyadari masih ada kekurangan, namun komitmen kami jelas. terus membangun dan memperkuat kolaborasi dengan semua pihak, “tegasnya.
Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengedepankan kerja sama dibandingkan kompetisi yang tidak perlu, demi kemajuan Kota Pangkalpinang ke depan.
DTA – BBL








