Terasistana.id,Jakarta
Sidoarjo –
Momentum bulan suci Ramadan dimanfaatkan oleh Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan Nasional (JPKPN) DPC Sidoarjo untuk menebar kebaikan melalui kegiatan berbagi takjil kepada masyarakat. Kegiatan sosial ini digelar dengan membagikan ratusan paket takjil kepada para pengguna jalan yang melintas menjelang waktu berbuka puasa pada Ramadan 1447 Hijriah.
Aksi berbagi tersebut berlangsung di depan Aloon Aloon Sidoarjo, . Sejak sore hari, para relawan JPKPN DPC Sidoarjo sudah bersiap di pinggir jalan dengan membawa paket makanan ringan dan minuman untuk dibagikan kepada pengendara motor, sopir angkutan, hingga pejalan kaki yang melintas.

Suasana penuh kehangatan langsung terasa ketika satu per satu pengguna jalan menerima paket takjil. Banyak di antara mereka tampak tersenyum dan mengucapkan terima kasih atas kepedulian yang diberikan oleh para relawan.
Salah satu relawan JPKPN, Agung Harry yang juga bertindak sebagai Ketua Panitia Pelaksana kegiatan, mengaku terharu melihat antusiasme masyarakat. Menurutnya, senyum para penerima takjil menjadi kebahagiaan tersendiri yang tidak dapat dinilai dengan materi.
“Terharu dan bahagia bisa berbagi sedikit rezeki. Senyum para pengguna jalan yang menerima takjil adalah kepuasan yang tak ternilai,” ungkapnya saat ditemui di lokasi kegiatan.

Ia menambahkan, kegiatan berbagi takjil ini juga menjadi pengingat untuk terus bersyukur dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama, terutama bagi mereka yang masih berada di perjalanan ketika waktu berbuka puasa tiba.
“Kegiatan ini mengingatkan saya untuk lebih bersyukur dan peduli pada sesama yang berpuasa di perjalanan,” ujarnya.
Meski harus berdiri cukup lama di pinggir jalan, para relawan tetap menjalankan kegiatan dengan penuh semangat. Rasa lelah yang dirasakan seolah terbayar dengan kebersamaan dan kekompakan tim dalam menjalankan aksi sosial tersebut.
Hal serupa juga disampaikan oleh salah satu relawan lainnya, Lisa Lasut. Ia mengaku kebersamaan dalam kegiatan tersebut menjadi pengalaman yang berharga selama Ramadan.
“Terima kasih Ramadan. Walau lelah, semua terbayar dengan kebersamaan dan semangat gotong royong tim,” katanya.
Sementara itu, Ariyanto, anggota relawan JPKP Nasional DPC Sidoarjo, menyampaikan bahwa kegiatan berbagi takjil memberikan kesan mendalam bagi para peserta. Menurutnya, kegiatan sederhana ini mampu menghadirkan kebahagiaan dan kehangatan khas bulan Ramadan.
“Kesan manis yang tak terlupakan. Berbagi takjil membuat bulan Ramadan terasa lebih hangat dan penuh berkah,” ucapnya.
Ia juga menilai kegiatan tersebut mengajarkan nilai keikhlasan sekaligus kedisiplinan waktu dalam menjalankan ibadah.
“Belajar ikhlas dan disiplin waktu. Memberi makan orang berbuka puasa benar-benar amalan yang indah,” tambahnya.
Ketua JPKP Nasional DPC Sidoarjo, Muhammad Akbar Ali, menegaskan bahwa kegiatan berbagi takjil ini diharapkan dapat menanamkan nilai kepedulian sosial yang lebih luas di tengah masyarakat.
Menurutnya, kegiatan sosial seperti ini tidak seharusnya hanya menjadi agenda tahunan, tetapi perlu dilakukan secara konsisten sebagai wujud nyata kepedulian terhadap sesama.
“Semoga kegiatan berbagi takjil ini tidak hanya sekadar rutinitas, tetapi benar-benar tertanam niat untuk menebar kebaikan,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa Ramadan merupakan waktu terbaik untuk memperkuat empati dan solidaritas sosial.
“Ramadan adalah waktu terbaik untuk memupuk empati. Semoga kita semua tetap konsisten berbagi, tidak hanya saat Ramadan,” tegasnya.
Muhammad Akbar Ali turut menyampaikan apresiasi kepada para donatur serta seluruh relawan JPKP Nasional yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
“Terima kasih kepada seluruh donatur dan relawan. Semoga lelah kita menjadi lillah dan dilipatgandakan pahalanya,” katanya.
Ke depan, ia berharap kegiatan berbagi takjil ini dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan.
“Sedekah takjil adalah investasi akhirat. Semoga tahun depan kita bisa berbagi lebih banyak lagi,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, JPKPN DPC Sidoarjo berharap semangat berbagi, solidaritas, dan kepedulian sosial tidak hanya hadir selama bulan Ramadan, tetapi juga terus hidup dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.
“Marilah kita terus eratkan tali persaudaraan melalui aksi sederhana ini. Semoga berkah Ramadan selalu menyertai kita semua,” pungkasnya.
TW












![Wamendagri Ribka Haluk Minta Pemda Sinkronisasi Anggaran Wamendagri Ribka Haluk Minta Pemda Sinkronisasi Anggaran Terasistana.id Jakarta – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk meminta pemerintah daerah (Pemda) yang melaksanakan Pemungutan Suara Ulang (PSU) untuk melakukan sinkronisasi kesiapan anggaran dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), serta aparat keamanan TNI/Polri di daerah masing-masing. Ribka menyampaikan, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian dalam rapat pimpinan telah menekankan pentingnya kesiapan pendanaan PSU. “Kami sekali lagi melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah dalam hal ini provinsi, kabupaten, kota, untuk memastikan ketersediaan dana untuk persiapan Pilkada untuk provinsi, kabupaten, dan kota,” kata Ribka saat memimpin Rapat Kesiapan Pendanaan Pilkada pada Daerah yang Melaksanakan PSU di Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), dikutip dari teropongistana.com Jakarta, Selasa (4/3/2025). Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari Rapat Kerja (Raker) dan Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Komisi II DPR RI pada Kamis (27/2/2025) lalu. Fokus utama pembahasan adalah memastikan kesiapan anggaran PSU sesuai dengan Undang-Undang (UU) Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada. “Hari ini kita hanya memastikan tingkat koordinasi kami sampai sejauh mana, kemudian sumber-sumber pembiayaannya. Mungkin nanti, besok atau lusa kita coba gelar rapat dengan pemerintah daerah setempat,” terangnya. Lebih lanjut, Ribka menegaskan bahwa pendanaan PSU terutama bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) perubahan. Anggaran dapat dialokasikan dari Belanja Tidak Terduga (BTT), Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA), serta sisa dana KPU di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. “Jadi yang harus kita pastikan adalah dana, penyediaan dana untuk KPU, Bawaslu, dan pihak keamanan, keamanan dalam hal ini TNI dan Polri. Kemudian perubahan NPHD (Naskah Perjanjian Hibah Daerah)-nya. Saya dengar kemarin ada presentasi KPU RI itu ada sisa-sisa dana di sana, ini ditambah dengan pos-pos lain,” terangnya. Untuk memastikan kesiapan anggaran dan memperoleh pembaruan informasi, Kemendagri akan melakukan peninjauan langsung ke daerah yang menyelenggarakan PSU. Ribka menekankan, Pemda harus merasionalisasi skema pendanaan yang ada dan mengalokasikan anggaran secara efektif. “Saya pikir di [proses] efisiensi yang sekarang, barangkali mungkin ada dana-dana yang sudah tersedia. Bagaimana kita dorong teman-teman di daerah supaya mungkin bisa menggunakan dana-dana yang tidak digunakan atau kegiatan-kegiatan yang tidak dilaksanakan. Nah ini yang mungkin coba kita cari skemanya,” tandasnya. Terakhir, Ribka menegaskan, Kemendagri terus mendorong Pemda agar berkoordinasi erat dengan KPU, Bawaslu, serta TNI/Polri di daerah masing-masing guna memastikan pendanaan PSU berjalan sesuai ketentuan dan putusan Mahkamah Konstitusi (MK).](https://terasistana.id/wp-content/uploads/2025/03/IMG-20250304-WA0107-300x178.jpg)