Terasistana.id, Jakarta
PANGKAL PINANG –
Ketua DPRD Provensi Kepulauan Bangka Belitung Didit Seigusjaya, menerima audensi sejumlah habaib dan umat islam yang menyampaikan Pertayaan sikap menolak Board ofpace ( B0P) serta menyerukan dukungan terhadap pembebsan Palestina, kamis 5/3/2026) di ruang kerja Ketua DPRD Babel.

Dalam pertemuan tersebut perwakilan tokoh umat menyampaikan bahwa Board of Peace dinilai bukan sebagai lembaga penjagaan perdamaian, melainkan instrumen intervensi asing yang berpotensi memperkuat kepentingan penjajah si Palestina.
Mereka juga menyeruhkan kepada Persiden Republik Indonesia menarik diri dari keanggotaan Board op Paece. Menurut mereka, langkah tersebut sejalan dengan prinsip politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif serta komitmen kontitusi dalam menentang segala bentuk penjajahan.
Selain itu, para tokoh umat menolak rencana pengiran Tentara Nasional Indonesia si bawah komando Amerika Serikat. Kebijakan tersebut dinilai berpotensi menguntungkan pihak penjajah rakyat Palestina.
Dalam pernyataan, mereka juga meminta pemerintah indonesia mempertbangka penghentian hubungan dengan Amireka Seikat dan entitas Zionis Israel sebagai bentuk sikap atas kejahatan kemanusiaan yang terjadi si Palestina.

* kami mewakili tokoh umat berharap pemerintah Indonesia tetap konsisten mendukung perjuangan rakyat Palestina serta mengambil langkah nyata untuk menghentikan penjajahan di wilayah tersebut, ” ujar perwakilan tokoh umat.
Sementara itu Ketua DPRD Babel Didit Srigusnya menyampaikan bahwa asprasi yang disampaikan pada tokoh umat akan diteruskan kepada pemerintah pusat melalui DPRD RI.
Menurutnya asprasi masyarakat merupakan bagian penting dalam proses demokarasi dan perlu disamapikan melalui jalur yang cepat agar dapat menjadi perhatian pemerintah. Ia juga menegaskan penting nya menjaga nilai – nilai kebangsaan serta melibatkan berbagai elemen masyarakat dalam menyuaraka aspirasi demi kepnentigan bersama.
Sar BBL












