Terasistana.id, Jakarta
LUMAJANG,
Seorang siswi Sekolah Dasar (SD) Negeri Jugosari 03, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, terseret derasnya banjir lahar hujan Gunung Semeru yang mengalir di Kali Regoyo pada Senin pagi (23/2/2026).
Kejadian ini terjadi ketika korban, Vita (9), bersama ayahnya berangkat menuju sekolah. Insiden tersebut menyebabkan korban mengalami luka-luka di bagian lutut akibat terbentur material batu sungai.

Insiden Terjadi Saat Berangkat Sekolah, menurut keterangan Abdul Rohim, salah seorang saksi mata yang berada di lokasi kejadian, peristiwa bermula saat Vita dan ayahnya berangkat dari kediaman mereka di Dusun Sumberlangsep.
Mereka mengendarai sepeda motor untuk menyeberangi Kali Regoyo, yang menjadi satu-satunya akses menuju SDN Jugosari 3. Jembatan utama yang biasa digunakan untuk melintas rusak akibat diterjang banjir lahar Gunung Semeru tahun lalu.

Rohim menjelaskan bahwa seharusnya warga terlebih dahulu memeriksa kondisi air dan kedalaman sungai sebelum menyeberang.
“Biasanya warga turun dulu untuk mengecek kedalaman dan arus, tapi tadi bapaknya langsung melintas tanpa memeriksa kondisi air,” ujar Rohim.
Begitu motor mereka menyentuh air, arus deras banjir lahar langsung menyeret motor beserta keduanya hingga sejauh lebih dari 5 meter.
Korban Mengalami Luka dan Trauma
Akibat kejadian ini, Vita mengalami luka-luka di bagian lututnya yang terbentur oleh batu-batu sungai yang terseret arus.
Selain itu, seragam sekolah yang dikenakan korban basah kuyup akibat air banjir. Kejadian ini menyebabkan trauma emosional pada Vita, yang awalnya ingin pergi ke sekolah untuk memulai hari pertama puasa bulan Ramadhan 1447 Hijriyah.
Vita akhirnya memutuskan untuk kembali ke rumah bersama ayahnya dan membatalkan niatnya untuk bersekolah pada hari itu.
Kondisi ini jelas mempengaruhi semangatnya untuk beraktivitas, yang seharusnya menjadi hari penuh semangat bagi seorang siswi yang memulai hari pertama puasa di sekolah.
Penyebab dan Upaya Mitigasi Banjir Lahar Semeru
Kejadian ini menambah panjang daftar bencana yang disebabkan oleh banjir lahar Gunung Semeru.
Aktivitas vulkanik Gunung Semeru yang terus berlangsung menyebabkan hujan lebat yang memicu aliran lahar dan material vulkanik lainnya.
Kali Regoyo, yang merupakan salah satu sungai yang terhubung langsung dengan Gunung Semeru, sering kali menjadi jalur yang paling terdampak.
Upaya mitigasi terhadap bencana banjir lahar di wilayah ini masih terbatas. Meskipun telah dilakukan perbaikan pada sejumlah infrastruktur, seperti jembatan yang rusak, namun jalur alternatif yang ada belum sepenuhnya aman.
Warga yang beraktivitas di sekitar area ini diharapkan lebih berhati-hati dan memeriksa kondisi cuaca serta kedalaman air sebelum melintas.
Penutupan: Dampak Sosial dan Keamanan Masyarakat
Kejadian ini bukan hanya sekadar insiden, namun juga mencerminkan kebutuhan mendesak akan peningkatan sistem mitigasi bencana di sekitar lereng Gunung Semeru.
Masyarakat, terutama para orang tua, diimbau untuk lebih waspada dan tidak menganggap remeh kondisi cuaca dan arus sungai, terlebih ketika aliran lahar yang sangat berbahaya masih menjadi ancaman nyata.
“Keamanan anak-anak harus menjadi prioritas utama, terutama di musim hujan dan saat Gunung Semeru masih menunjukkan aktivitas vulkaniknya,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya. Pemerintah dan pihak terkait perlu bekerja lebih keras dalam menanggulangi risiko ini agar kejadian serupa tidak terulang lagi.
TW












