Terasistana.id Lebak – Sebanyak 847 siswa SMP Negeri 2 Sajira, Kabupaten Lebak, tampak antusias menikmati Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disuplai oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sajira, Kamis (5/2/2026).
SMP Negeri 2 Sajira yang berlokasi di Jalan Raya Cipanas KM 14, Desa Ciuyah, Kecamatan Sajira, menyambut positif program unggulan pemerintah tersebut sebagai bentuk nyata perhatian negara terhadap dunia pendidikan.
Kepala SMP Negeri 2 Sajira, H. Danu, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis yang digagas oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Menurutnya, program ini menjadi bukti konkret kehadiran pemerintah dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan melalui pemenuhan gizi peserta didik.
“Terima kasih yang tak terhingga atas hadirnya program ini sebagai wujud nyata pemerintah dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045,” ujar Danu saat ditemui di ruang kerjanya.
Ia menjelaskan, pendistribusian makanan bergizi tiba di sekolah sekitar pukul 10.00 WIB dan dikonsumsi secara bersama-sama oleh para siswa saat jam istirahat pukul 12.00 WIB. Dari total penerima manfaat sebanyak 847 siswa, program ini tidak termasuk dewan guru.
“Sebelum disantap oleh siswa, dewan guru terlebih dahulu melakukan pengecekan kualitas makanan guna memastikan makanan tersebut layak dan aman untuk dikonsumsi,” jelasnya.
Danu berharap, selain dapat terus berkelanjutan, menu makanan yang disajikan dalam program MBG ke depan dapat lebih bervariasi. Menurutnya, variasi menu sangat penting untuk meningkatkan selera makan siswa serta menghindari kejenuhan.
“Dengan menu yang bervariasi, antusiasme anak-anak untuk menyantap makanan akan tetap terjaga,” pungkasnya.
Diketahui, Program Makan Bergizi Gratis merupakan program strategis dan prioritas Presiden Prabowo Subianto yang secara resmi diluncurkan secara nasional pada Januari 2025. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesehatan gizi dan kecerdasan anak Indonesia sebagai investasi jangka panjang.
Selain itu, MBG juga difokuskan untuk mengatasi stunting dan gizi buruk, serta memastikan pemenuhan gizi harian bagi balita, anak PAUD, siswa SD, SMP, SMA/SMK, serta ibu hamil dan menyusui, guna mempersiapkan Generasi Emas Indonesia 2045 serta membangun pola konsumsi dan perilaku sadar gizi di masyarakat. (Welly)







