Menu MBG Tak Layak di SMAN 1 Cigemblong, Kumala Desak Evaluasi Dapur Lebak

Terasistana.id Lebak – Temuan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tidak layak konsumsi di SMAN 1 Cigemblong, Kabupaten Lebak, menjadi sorotan publik. Menyikapi hal tersebut, Kumpulan Mahasiswa Lebak (Kumala) PW Rangkasbitung mendesak agar seluruh dapur MBG di Kabupaten Lebak dijadikan bahan evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Sorotan ini mencuat setelah beredarnya video di media sosial yang memperlihatkan paket MBG berisi bahan pangan mentah, berupa telur dan jagung, yang dibagikan kepada siswa pada Jumat, 23 Januari 2026. Padahal, program MBG sejatinya dirancang untuk menyajikan makanan siap santap yang memenuhi standar gizi, kebersihan, dan keamanan pangan.

“Program MBG bukan sekadar membagikan bahan makanan, tetapi memastikan anak-anak menerima asupan gizi yang layak, aman, dan siap dikonsumsi. Temuan di SMAN 1 Cigemblong ini jelas mencederai tujuan program,” ujar Muhamad Ledi, Kumala PW Rangkasbitung dalam keterangannya kepada awak media Jumat (24/1).

Berdasarkan informasi awal, paket MBG tersebut disalurkan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setempat. Dugaan sementara, insiden ini terjadi akibat lemahnya pengawasan terhadap proses produksi dan distribusi makanan di dapur layanan MBG.

“Kami menduga ada kelalaian dalam pengawasan dapur MBG. Ini tidak bisa dianggap sepele, karena menyangkut kesehatan dan hak gizi peserta didik,” lanjutnya.

Kumala PW Rangkasbitung menegaskan, kejadian ini harus dijadikan alarm bagi seluruh dapur MBG di Kabupaten Lebak. Evaluasi menyeluruh dinilai perlu dilakukan, mulai dari standar operasional prosedur (SOP), kualitas bahan pangan, proses pengolahan, hingga mekanisme pengawasan di lapangan.

“Jangan sampai hanya satu dapur yang dievaluasi. Seluruh dapur MBG di Kabupaten Lebak harus menjadi bahan evaluasi agar ada perbaikan sistemik dan kejadian serupa tidak terulang di sekolah lain,” tegas Muhamad Ledi

Sementara itu, pihak berwenang saat ini tengah melakukan investigasi mendalam terhadap dapur MBG yang bertanggung jawab atas distribusi paket makanan tersebut. Pemeriksaan difokuskan pada kepatuhan terhadap standar program MBG serta mekanisme pengawasan internal.

Kumala PW Rangkasbitung juga meminta agar hasil investigasi disampaikan secara terbuka kepada publik sebagai bentuk akuntabilitas pelaksanaan program.

“Transparansi penting agar masyarakat tahu bahwa ada langkah perbaikan nyata. Program MBG adalah program strategis yang menyentuh langsung masa depan generasi muda, sehingga tidak boleh dijalankan secara asal-asalan,” pungka Muhamad Ledi

Baca juga

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru