Terasistana.id, Jakarta
Jakarta,
23/12/2025.
Marsha Chikita Fawzi atau lebih akrab disapa Chiki Fawzi adalah putri bungsu pasangan selebriti terkenal tahun 1980-an,Ikang Fawzi dan Almarhumah Marissa Haque yang aktif jadi relawan bencana banjir di Sumatra,sempat sentil menteri soal kayu gelondongan.
Meski lahir dari keluarga besar yang kesohor,Chiki mampu menemukan jalannya sendiri di dunia seni,baik sebagai musisi,animator,hingga pebisnis. Ia dikenal sebagai sosok yang berbakat dan kreatif, dengan berbagai karier yang ia geluti.
Perempuan satu ini berikan sentilan kepada Menteri Lingkungan Hidup Dr. Hanif Faisol Nurofiq. Pasalnya,pejabat satu ini diduga sempat mengatakan bahwa kayu yang terbawa banjir di Sumatra jumlahnya tak banyak.
“Kata pak Menteri Lingkungan Hidup kayunya ngga banyak,mohon maaf liat nih pak,”ujar Chiki sambil menunjukkan hamparan yang berisi kayu gelondongan.
“Bantuin warga dong berisihin gelondongan-gelondongan kayunya,” lanjutnya.
Chiki Fawzi mengaku bahwa dirinya dan para warga bingung bagaimana cara membersihkan kayu-kayu tersebut. Dia lalu meminta tolong agar pemerintah bisa turun tangan membersihkan tempat tersebut dari banyaknya gelondongan kayu. “Pemerintah tolong bantuin bersihin gelondongan kayunya,biar masyarakat di sini dan di tempat-tempat kebencanaan lainnya tuh bisa segera menjalani hidup yang normal,”ujar Chiki.
Dalam rekaman tersebut,Chiki menegaskan bahwa seharusnya pemerintah banyak memberikan permintaan maaf kepada masyarakat. Menurutnya, kebijakan para pejabat tersebut yang memicu terjadinya bencana di wilayah Sumatra. “Gara- gara kekuasaan segelintir orang, segelintir penguasa,dampaknya bisa sebegitu sangat merusak,”kata Chiki Fawzi.
“Oke ditunggu ya pemerintah bantuannya bersihin gelondongan kayu ini,”tutupnya.
Adapun,Chiki Fawzi memang dikenal sebagai salah satu publik figur yang banyak melakukan kegiatan sosial. Saat membantu warga korban banjir di Sumatra,perempuan satu ini sempat menahan tangis melihat kondisi saat melihat kondisi langsung di lapangan.
“Parah banget kondisinya,saya melihat dampaknya di Tanjung Pura,Langkat. Air belum begitu surut meski sudah hari ketujuh. Mereka masih bertahan untuk tinggal di tempat yang paling tinggi,seperti masjid,”ujar Chiki, dilansir dari Tribun-Medan.com,pada Selasa (23/12/2025).
Saat itu,Chiki menceritakan keadaan para korban yang terdampak banjir tersebut. Dia menjelaskan bahwa masyarakat di wilayah itu membutuhkan makanan siap saji karena minimnya bahan dan alat untuk memasak. “Saya banyak ketemu ibu dan anak-anak. Bagaimana mereka bingung rumah tenggelam,bingung, karena mata pencaharian tenggelam, warga banyak dapat mi tapi bingung masaknya karena rumah tenggelam. Makanan hangat siap saji paling dibutuhkan selain sanitasi,”jelasnya.
Tuk diketahui,Chiki Fawzi lahir pada 28 Januari 1989. Nama lengkapnya adalah Marsha Chikita Fawzi,namun ia lebih dikenal dengan panggilan Chiki. Sejak kecil,Chiki sudah terbiasa berada di lingkungan seni berkat orang tuanya yang juga aktif di dunia hiburan.
Git-Red.










![Wamendagri Ribka Haluk Minta Pemda Sinkronisasi Anggaranย Wamendagri Ribka Haluk Minta Pemda Sinkronisasi Anggaranย Terasistana.id Jakarta โ Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk meminta pemerintah daerah (Pemda) yang melaksanakan Pemungutan Suara Ulang (PSU) untuk melakukan sinkronisasi kesiapan anggaran dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), serta aparat keamanan TNI/Polri di daerah masing-masing. Ribka menyampaikan, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian dalam rapat pimpinan telah menekankan pentingnya kesiapan pendanaan PSU. โKami sekali lagi melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah dalam hal ini provinsi, kabupaten, kota, untuk memastikan ketersediaan dana untuk persiapan Pilkada untuk provinsi, kabupaten, dan kota,โ kata Ribka saat memimpin Rapat Kesiapan Pendanaan Pilkada pada Daerah yang Melaksanakan PSU di Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), dikutip dari teropongistana.com Jakarta, Selasa (4/3/2025). Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari Rapat Kerja (Raker) dan Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Komisi II DPR RI pada Kamis (27/2/2025) lalu. Fokus utama pembahasan adalah memastikan kesiapan anggaran PSU sesuai dengan Undang-Undang (UU) Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada. โHari ini kita hanya memastikan tingkat koordinasi kami sampai sejauh mana, kemudian sumber-sumber pembiayaannya. Mungkin nanti, besok atau lusa kita coba gelar rapat dengan pemerintah daerah setempat,โ terangnya. Lebih lanjut, Ribka menegaskan bahwa pendanaan PSU terutama bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) perubahan. Anggaran dapat dialokasikan dari Belanja Tidak Terduga (BTT), Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA), serta sisa dana KPU di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. โJadi yang harus kita pastikan adalah dana, penyediaan dana untuk KPU, Bawaslu, dan pihak keamanan, keamanan dalam hal ini TNI dan Polri. Kemudian perubahan NPHD (Naskah Perjanjian Hibah Daerah)-nya. Saya dengar kemarin ada presentasi KPU RI itu ada sisa-sisa dana di sana, ini ditambah dengan pos-pos lain,โ terangnya. Untuk memastikan kesiapan anggaran dan memperoleh pembaruan informasi, Kemendagri akan melakukan peninjauan langsung ke daerah yang menyelenggarakan PSU. Ribka menekankan, Pemda harus merasionalisasi skema pendanaan yang ada dan mengalokasikan anggaran secara efektif. โSaya pikir di [proses] efisiensi yang sekarang, barangkali mungkin ada dana-dana yang sudah tersedia. Bagaimana kita dorong teman-teman di daerah supaya mungkin bisa menggunakan dana-dana yang tidak digunakan atau kegiatan-kegiatan yang tidak dilaksanakan. Nah ini yang mungkin coba kita cari skemanya,โ tandasnya. Terakhir, Ribka menegaskan, Kemendagri terus mendorong Pemda agar berkoordinasi erat dengan KPU, Bawaslu, serta TNI/Polri di daerah masing-masing guna memastikan pendanaan PSU berjalan sesuai ketentuan dan putusan Mahkamah Konstitusi (MK).](https://terasistana.id/wp-content/uploads/2025/03/IMG-20250304-WA0107-300x178.jpg)

