Imunoterapi Nusantara by Terawan Gegerkan Dunia Medis,Dari Jakarta Sampai ke Harvard

Terasistana.id,Jakarta

 

Jakarta,

09/09/2025

Siapa yang tak mengenal Prof. dr. Terawan Agus Putranto? Nama mantan Menteri Kesehatan RI ini pernah ramai diperbincangkan karena metode cuci otak dan kemudian vaksin Nusantara. Kini,ia kembali hadir dengan gebrakan baru,Immunotherapy Nusantara by Terawan.

Imunoterapi ini dikembangkan dari sel dendritik, “jenderal” sistem imun tubuh, yang diambil dari darah pasien sendiri, lalu diproses untuk memperkuat sistem kekebalan. Terawan menyebutnya sebagai langkah preventif,menyeimbangkan imunitas, menekan risiko penyakit kronis, sekaligus menjaga produktivitas masyarakat.

Resmi diluncurkan di Klinik Simas Sehat Sejahtera,Jakarta,pada Maret 2024,Imunoterapi Terawan ini kini tersedia di berbagai kota. Rumah sakit di Surabaya,Medan,Bali,dan Solo pun mulai membuka layanan yang sama. Selain itu,imunoterapi juga dapat diperoleh di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta,rumah sakit militer tempat awal dimulainya pengembangan vaksin Nusantara.

Puncak pengakuan datang ketika Terawan diundang memberikan kuliah umum di Harvard Medical School pada 31 Maret 2025. Dalam forum ilmiah itu,Prof. dr. Terawan Agus Putranto memaparkan Making Immunotherapy in Low Resources Settings,menekankan bahwa inovasi medis bisa lahir dari keterbatasan.

Bahan lokal seperti tanaman obat hingga mikroorganisme,menurutnya, dapat menjadi basis pengembangan imunoterapi di negara berkembang.
“Imunoterapi Nusantara adalah sumbangsih Indonesia untuk dunia,” tegas Terawan dalam kuliahnya,yang disambut apresiasi dari para profesor Harvard.

Bagi sebagian pasien,terapi ini bukan sekadar jargon medis. “Dulu saya gampang sekali jatuh sakit,flu saja bisa berhari-hari. Setelah ikut imunoterapi ini,badan terasa lebih kuat dan jarang tumbang,”tutur Julius, salah seorang pasien yang mencoba layanan tersebut di Jakarta.

Dari ruang praktik di ibu kota hingga panggung akademik di Boston, perjalanan imunoterapi ini menjadi simbol,bahwa inovasi medis Indonesia bisa menembus batas. Lebih dari sekadar kebanggaan,ini adalah harapan baru,bahwa setiap tetes darah dan setiap sel imun yang diperkuat bisa menjadi awal kehidupan yang lebih sehat, lebih kuat,dan lebih bermakna.

Git-Red.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *