Terasistana.id,Jakarta
Jawa Timur,
Sidoarjo –
Turnamen Perseka Muda Cup ke XIX Piala Bupati Sidoarjo 2025 resmi ditutup Bupati Sidoarjo H. Subandi, Minggu sore, (27/7). Turnamen sepakbola antar club tersebut digelar di lapangan sepakbola Perseka Muda Kepuh Kiriman Waru. Pada penutupannya digelar partai final antara Sayur FC Tropodo melawan DMS FC Ngingas. Hasilnya klub sepakbola DMS FC Ngingas sebagai juara pertamanya setelah mengalahkan Sayur FC Tropodo dengan skor 1-0.

Bupati Sidoarjo H. Subandi usai menyerahkan piala dan hadiah kepada para juara menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya turnamen tersebut. Menurutnya ajang seperti ini menjadi tempat untuk menjaring atlet-atlet sepakbola terbaik. Atlet-atlet sepakbola terbaik nantinya dapat direkrut untuk bergabung dengan klub Persida.
“Kita akan melihat, jika ada yang terbaik seperti yang disampaikan ketua Askab PSSI Sidoarjo, pemain ini dapat masuk ke Persida,”ucapnya.

Bupati H. Subandi mengatakan Pemkab Sidoarjo juga akan mendorong turnaman sepakbola semacam ini. Menurutnya lewat turnamen kali ini mampu mencetak atlet sepakbola yang berprestasi. Untuk itu ia berharap seluruh kecamatan di Sidoarjo dapat menyelenggarakan turnamen sepakbola seperti ini.
“Nanti kita akan berkoordinasi dengan Askab PSSI Sidoarjo agar nanti setiap kecamatan dapat mengadakan kegiatan seperti ini agar kita juga bisa melihat bibit-bibit pemain sepakbola,” ucapnya.
Dalam turnamen Perseka Muda Cup ke XIX Piala Bupati Sidoarjo 2025 kali ini juga diserahkan uang pembinaan kepada para juara. Juara pertama diberikan uang pembinaan sebesar Rp. 10 juta, juara kedua Rp. 8 juta, juara ketiga Rp. 4 juta dan juara keempat Rp. 3 juta. Para juara tersebut yakni DMS FC Ngingas sebagai juara pertama, Sayur FC Tropo sebagai juara ke dua dan Nusantara sebagai juara ketiga dan juara keempat diraih oleh Perseta Tambaksari Waru.

Dalam kesempatan itu juga diberikan hadiah kepada tim ter fair play yang diberikan kepada Nusantara FC, pemain terbaik yang disandang Ricky Perseta Tambaksari Waru, dan top score yang diraih Ali Mashuri dari DMS FC, serta wasit terbaik yang diberikan kepada Farid.
Tommy-Jatim











![Wamendagri Ribka Haluk Minta Pemda Sinkronisasi Anggaran Wamendagri Ribka Haluk Minta Pemda Sinkronisasi Anggaran Terasistana.id Jakarta – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk meminta pemerintah daerah (Pemda) yang melaksanakan Pemungutan Suara Ulang (PSU) untuk melakukan sinkronisasi kesiapan anggaran dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), serta aparat keamanan TNI/Polri di daerah masing-masing. Ribka menyampaikan, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian dalam rapat pimpinan telah menekankan pentingnya kesiapan pendanaan PSU. “Kami sekali lagi melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah dalam hal ini provinsi, kabupaten, kota, untuk memastikan ketersediaan dana untuk persiapan Pilkada untuk provinsi, kabupaten, dan kota,” kata Ribka saat memimpin Rapat Kesiapan Pendanaan Pilkada pada Daerah yang Melaksanakan PSU di Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), dikutip dari teropongistana.com Jakarta, Selasa (4/3/2025). Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari Rapat Kerja (Raker) dan Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Komisi II DPR RI pada Kamis (27/2/2025) lalu. Fokus utama pembahasan adalah memastikan kesiapan anggaran PSU sesuai dengan Undang-Undang (UU) Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada. “Hari ini kita hanya memastikan tingkat koordinasi kami sampai sejauh mana, kemudian sumber-sumber pembiayaannya. Mungkin nanti, besok atau lusa kita coba gelar rapat dengan pemerintah daerah setempat,” terangnya. Lebih lanjut, Ribka menegaskan bahwa pendanaan PSU terutama bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) perubahan. Anggaran dapat dialokasikan dari Belanja Tidak Terduga (BTT), Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA), serta sisa dana KPU di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. “Jadi yang harus kita pastikan adalah dana, penyediaan dana untuk KPU, Bawaslu, dan pihak keamanan, keamanan dalam hal ini TNI dan Polri. Kemudian perubahan NPHD (Naskah Perjanjian Hibah Daerah)-nya. Saya dengar kemarin ada presentasi KPU RI itu ada sisa-sisa dana di sana, ini ditambah dengan pos-pos lain,” terangnya. Untuk memastikan kesiapan anggaran dan memperoleh pembaruan informasi, Kemendagri akan melakukan peninjauan langsung ke daerah yang menyelenggarakan PSU. Ribka menekankan, Pemda harus merasionalisasi skema pendanaan yang ada dan mengalokasikan anggaran secara efektif. “Saya pikir di [proses] efisiensi yang sekarang, barangkali mungkin ada dana-dana yang sudah tersedia. Bagaimana kita dorong teman-teman di daerah supaya mungkin bisa menggunakan dana-dana yang tidak digunakan atau kegiatan-kegiatan yang tidak dilaksanakan. Nah ini yang mungkin coba kita cari skemanya,” tandasnya. Terakhir, Ribka menegaskan, Kemendagri terus mendorong Pemda agar berkoordinasi erat dengan KPU, Bawaslu, serta TNI/Polri di daerah masing-masing guna memastikan pendanaan PSU berjalan sesuai ketentuan dan putusan Mahkamah Konstitusi (MK).](https://terasistana.id/wp-content/uploads/2025/03/IMG-20250304-WA0107-300x178.jpg)
