Dubes RI Pakistan Chandra W. Sukotjo Hadiri Konferensi Roundtable Tentang ASEAN di Forum FPCCI,Karachi

Terasistana.id, Jakarta

 

Karachi,

08/11/2026.

Duta Besar Republik Indonesia Pakistan,Letjen TNI (Purn) Chandra Warsenanto Sukotjo,M.Sc. menghadiri dan secara aktif berpartisipasi dalam Konferensi Roundtable tentang ASEAN dengan Komunitas Bisnis,yang diadakan di gedung Federasi Kamar Dagang dan Industri Pakistan (FPCCI),Karachi, pada Kamis (29/10/2026).

Dikutib redaksi pada Minggu (08/11/2026). Pertemuan ini menyatukan Duta dan diplomat dari negara-negara ASEAN,serta pengusaha dan pejabat bisnis terkemuka dari Pakistan,untuk memperkuat kerjasama ekonomi, memperluas jaringan investasi,dan membangun masa depan bersama dalam perdagangan.

FPCCI Perkuat Dialog Ekonomi Pakistan dan ASEAN

FPCCI menjadi tuan rumah pertemuan yang membahas pengembangan hubungan ekonomi Pakistan dengan negara-negara Asia Tenggara. Ketua ASEAN Committee in Islamabad (ACI), Duta Besar Filipina Dr. Emmanuel R. Fernandez,memimpin delegasi diplomatik ASEAN dalam kegiatan tersebut.

Delegasi itu turut melibatkan duta besar Indonesia,Thailand,dan Myanmar,Komisaris Tinggi Malaysia, serta Wakil Kepala Misi Brunei Darussalam. Kehadiran para diplomat mempertemukan kepentingan pemerintah dan pelaku usaha dalam satu forum pembahasan perdagangan regional.

Wakil Presiden Senior FPCCI,Saquib Fayyaz Magoon,menyoroti besarnya potensi ekonomi ASEAN. Kawasan tersebut memiliki sekitar 680 juta penduduk dan produk domestik bruto gabungan lebih dari US$4 triliun.

Magoon juga menyebut hubungan kemitraan sektoral Pakistan dan ASEAN telah berlangsung sejak 1993. Namun,nilai perdagangan kedua pihak masih menunjukkan ketimpangan karena ekspor Pakistan ke kawasan ASEAN berada di bawah US$1,5 miliar.

Investasi dan Kemitraan Swasta Jadi Agenda Roundtable

Magoon mengusulkan pembentukan Pakistan-ASEAN Business Forum dengan FPCCI sebagai sekretariat yang diusulkan. Ia juga mendorong sejumlah langkah untuk memperluas hubungan komersial,antara lain:

Pameran perdagangan: Memperbanyak kegiatan promosi produk dan pertemuan bisnis antarpengusaha. Investasi regional: Memanfaatkan Special Investment Facilitation Council dan kawasan ekonomi khusus Pakistan.
Perjanjian perdagangan: Mempercepat peninjauan perjanjian perdagangan preferensial Pakistan-Indonesia dan perjanjian perdagangan bebas Pakistan-Malaysia. Ekonomi halal: Mengembangkan peluang kerja sama dalam industri produk dan layanan halal.

Ketua Komite Diplomasi FPCCI,Hanif Gohar,turut mengusulkan kerja sama pertanian korporasi,teknologi,layanan digital,transportasi,dan logistik. Ia juga memperkenalkan gagasan “ASEAN Business Visa Sticker”,yaitu usulan fasilitas perjalanan bisnis satu tahun dengan akses masuk berkali-kali bagi anggota FPCCI yang memenuhi persyaratan. Usulan tersebut masih memerlukan persetujuan negara- negara peserta.

Pakistan dan ASEAN Siapkan Peta Jalan Kerja Sama Bisnis

Duta Besar Filipina Emmanuel R. Fernandez menyambut inisiatif FPCCI dan menyatakan akan meneruskan usulan forum bisnis serta fasilitas visa kepada negara-negara ASEAN terkait. Ia juga menyoroti peluang kerja sama Pakistan-Filipina dalam bidang beras, produk halal,teknologi informasi,dan pengembangan tenaga kerja.

Direktur Jenderal Kementerian Luar Negeri Pakistan di Karachi,Irfan Soomro,menyampaikan dukungan terhadap diplomasi ekonomi yang melibatkan sektor swasta. Ia juga membuka ruang pembahasan mengenai fasilitas visa,perjanjian perdagangan,dan konektivitas.

Forum tersebut menghasilkan komitmen untuk menyusun Pakistan- ASEAN Business Cooperation Roadmap selama dua tahun. Peserta juga mengusulkan pertemuan rutin setiap tiga bulan antara FPCCI dan ACI agar pembahasan dapat berlanjut menjadi peluang perdagangan serta investasi konkret.

Git-Red.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *