TERASISTANA.Id // KABUPATEN BEKASI . Fenomena tawuran dan berbagai bentuk kenakalan remaja menjadi perhatian serius jajaran Polres Metro Bekasi. Upaya pencegahan diperkuat melalui program Polisi Sahabat Pelajar yang mengedepankan pendekatan humanis sekaligus membangun komunikasi langsung dengan lingkungan sekolah.
Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol Andi Oddang Riuh Hutomo memberikan arahan kepada personel Polisi Sahabat Pelajar jajaran Polres Metro Bekasi dalam kegiatan yang berlangsung di Gedung Promoter Polres Metro Bekasi, Cikarang Utara, Selasa (22/9/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakapolres Metro Bekasi AKBP Angga Dewanto Basari, para pejabat utama (PJU), Kapolsek jajaran, serta personel Polisi Sahabat Pelajar dari tingkat Polres dan Polsek.
Dalam arahannya, Kapolres menegaskan bahwa Polisi Sahabat Pelajar bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi bagian dari langkah pencegahan dini terhadap berbagai persoalan yang berpotensi melibatkan pelajar.
Personel diminta aktif membangun kedekatan dengan siswa, guru, maupun orang tua. Pendekatan dilakukan dengan cara humanis sehingga kehadiran polisi di lingkungan pendidikan tidak hanya dirasakan ketika terjadi persoalan, tetapi juga sebagai mitra dalam menjaga keamanan dan masa depan para pelajar.
“Personel harus mampu menjadi teladan dan memperlakukan para pelajar dengan baik, layaknya adik maupun anak sendiri,” demikian arahan Kapolres dalam kegiatan tersebut.
Kapolres juga meminta jajaran segera turun ke sekolah-sekolah untuk membuka ruang komunikasi dengan pihak sekolah, siswa, dan orang tua. Langkah tersebut dinilai penting untuk mendeteksi berbagai persoalan sejak dini sebelum berkembang menjadi pelanggaran hukum.
Sementara itu, Wakapolres Metro Bekasi AKBP Angga Dewanto Basari menekankan pentingnya pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan. Personel Polisi Sahabat Pelajar diharapkan tidak hanya hadir sesekali, tetapi membangun hubungan komunikasi yang konsisten dengan lingkungan pendidikan.
Koordinasi dengan pihak sekolah dan Dinas Pendidikan juga akan diperkuat. Selain itu, jajaran akan mendorong penyusunan buku saku bagi personel pendamping sebagai pedoman dalam menjalankan tugas di lapangan.
Jalur komunikasi antara polisi, guru, dan orang tua juga akan dibangun untuk mempercepat penyampaian informasi apabila ditemukan persoalan yang menyangkut keamanan maupun perilaku pelajar.
Sebagai bagian dari langkah pencegahan, sekolah-sekolah juga akan didorong menggelar deklarasi bersama untuk menolak tawuran, kekerasan, pelanggaran hukum, serta berbagai ajakan yang berpotensi merusak masa depan pelajar.
Melalui penguatan program Polisi Sahabat Pelajar, Polres Metro Bekasi berupaya membangun pola pencegahan yang dimulai dari lingkungan pendidikan. Polisi tidak hanya hadir ketika terjadi gangguan keamanan, tetapi juga mengambil peran dalam membangun komunikasi, memberikan edukasi, dan mendampingi para pelajar.
Langkah tersebut diharapkan dapat menciptakan lingkungan sekolah yang aman, tertib, dan kondusif sehingga para pelajar dapat fokus menuntut ilmu, mengembangkan potensi, serta meraih prestasi tanpa terjerumus dalam tawuran maupun berbagai bentuk kenakalan remaja.
(drt)






